PLUZ.ID, BULUKUMBA – Desa Wisata Lembanna, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba berhasil masuk dalam 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Hal ini berdasarkan hasil penilaian awal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.
“Keberhasilan Desa Wisata Lembanna diharapkan bisa berlanjut dalam fase penilaian selanjutnya, sehingga bisa mengulangi kesuksesan Desa Wisata Ara yang pada 2021 sukses masuk dalam 50 besar nasional kategori Desa Wisata Berkembang,” ujar Muhammad Daud Kahal, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulukumba.
Untuk itu, Desa Lembanna diharapkan mempersiapkan diri untuk berkontestasi lebih jauh.
Pengalaman pada 2022 lalu Desa Lembanna terhenti di 300 besar. Oleh karena itu, hal-hal yang menjadi kekurangan harus dievaluasi untuk dilakukan perbaikan.
Terkait tidak lolosnya beberapa desa wisata di Bulukumba di fase 500 besar, Daud Kahal menyampaikan, pentingnya desa-desa wisata lebih kreatif dan inovatif dalam memenuhi kriteria desa wisata, Bulukumba memiliki 24 desa wisata, namun sejauh ini secara umum belum siap dalam kompetisi terutama aktif dalam program dan aplikasi Jejaring Desa Wisata (Jadesta).
“Pelatihan bagi Kelompok Sadar Wisata dan pemerintah desa yang telah dilakukan tentu diharapkan akan memberi wawasan dan motivasi dalam mendorong desa wisata untuk lebih proaktif dan siap dimasa mendatang,” harap Daud Kahal.
Sementara, Kepala Desa Lembanna Asfar dan Tokoh Masyarakat Desa Lembanna Abdul Gaffar merasa optimistis untuk mengantarkan desanya dalam fase selanjutnya, terlebih keterlibatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga serta Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar untuk melakukan pembinaan melalui kerja sama pelatihan.
“Hal ini meningkatkan keyakinan kami untuk berkiprah lebih jauh,” ucapnya.
Masyarakat Desa Lembanna juga semakin sadar pentingnya mendorong Desa Lembanna sebagai destinasi wisata, karena telah dirasakan manfaatnya.
Selain pembangunan infrastruktur juga peningkatan sumber daya manusia telah dilakukan dalam kurun waktu terakhir.
Kunjungan wisatawan ke beberapa obyek cenderung meningkat baik di Mandalaria, Batutongkaraya maupun di Mattoanging, begitupula di sejumlah gua yang terdapat di Desa Lembanna. (***)