search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

HANI 2023, Pemkot Makassar, BNN, dan Kemenkumham Nyatakan Perang terhadap Narkoba

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 05 Juli 2023 18:00
SAMBUTAN. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mendapatkan sambutan saat menghadiri Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2023 di Rutan Kelas 1 Makassar, Rabu (5/7/2023). foto: istimewa
SAMBUTAN. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mendapatkan sambutan saat menghadiri Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2023 di Rutan Kelas 1 Makassar, Rabu (5/7/2023). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengatakan, upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terhadap pencegahan narkoba dilakukan melalui tiga pendekatan.

“Pertama, pendekatan keluarga, kedua lingkungan, dan ketiga pendidikan,” kata Danny Pomanto di sela-sela sambutannya dalam acara Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2023 di Rutan Kelas 1 Makassar, Rabu (5/7/2023).

Dengan tema ‘Akselerasi War On Drugs Menuju Indonesia Bersih Narkoba’, pihaknya bersama BNN Sulsel dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulsel menyatakan keseriusan sekaligus perang atas narkoba.

Danny menjelaskan, tekad melawan narkoba itu sudah ada dan Pemkot Makassar melihat bahwa untuk melawan harus memulai dari pertahanan diri sendiri.

Oleh karena itu, tiga pendekatan itu mengarahkan agar setiap orang memiliki ruang untuk mempertahankan diri.

Melalui keluarga dengan program Jagai Anakta’ yang mana jika semua orang tua menjaga anaknya dengan ilmu maka potensi ancaman itu dapat dicegah.

Kedua, pendekatan lingkungan atau dengan bahasa populernya ialah pendekatan lorong.

Hal itu, ujar Danny, sudah terbukti yang mana Pemkot Makassar bersama BNN Sulsel bekerja sama, sehingga mengidentifikasi lorong-lorong di Makassar dengan Lorong Bersinar atau Lorong Bersih dari Narkoba.

Di samping itu, untuk menyempurnakan itu semua kamera pengawas atau CCTV terus ditambah.

“Target kita 5.000 jadi kalau ada empat CCTV setiap lorong, maka ada 20 ribu kamera yang akan terpasang,” ujar Danny.

Ditambah lagi lewat mitigasi sosial dengan memberdayakan RT RW, unsur tokoh masyarakat, unsur perempuan, dan milenial.

Terakhir melalui pendidikan, para guru harus punya ilmu untuk mengedukasi pencegahan narkoba. Seperti, dengan kurikulum khusus self defense dalam pendidikan.

Maka dari itu, jika semuanya berjalan baik dengan sendirinya masyarakat khususnya generasi pelanjut menjadi tangguh (resilient). Bahkan, bukan hanya terhadap narkoba tetapi apa pun

“Hari ini merupakan momentum terbaik bersatu lawan narkoba. Mari terus bahu-membahu karena ini musuh kita bersama,” ajaknya.

Kepala BNN Sulsel, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya, mengharapkan, momentum HANI 2023 dimulai dengan beritikad baik untuk bersih dari narkoba.

Begitu pun untuk para penyintas, ia mengimbau, agar mereka sendiri yang harus memiliki tekad kuat jika ingin sembuh.

Danny juga berpesan agar sinergitas yang ada saat ini terus ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top