search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Parangloe Dinilai Layak Jadi Lokasi PSEL

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 27 Juli 2023 15:02
Yacoeb AR. foto: doelbeckz/pluz.id
Yacoeb AR. foto: doelbeckz/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah mengumumkan tiga investor yang lolos pada proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Makassar pada laman website makassarkota.go.id.

Usai dinyatakan lolos tiga besar, dengan demikian proses tender proyek PSEL Pemkot Makassar memasuki tahap akhir.

Tiga besar yang telah terpilih akan bersaing untuk menjadi pemenang.

Saat ini ketiga calon pemenang diminta untuk menentukan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi PSEL.

Masing-masing calon pun sudah menyampaikan ke panitia lelang PSEL terkait lahan tersebut.

Tiga lokasi yang ditawarkan tersebut saat ini sementara dievaluasi panitia lelang. Ketiga lokasi tersebut adalah di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala. Kemudian, di Kelurahan Kapasa, Kecamatan Biringkanaya. Dan di Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea.

Warga di lokasi rencana penempatan PSEL pun menyambutnya sangat antusias. Termasuk di Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea.

Mereka menyambut baik dengan adanya keinginan para investor yang ingin menanamkan modalnya untuk membangun PSEL yang identik dengan ramah lingkungan terbarukan.

“Ini kan program pemerintah jadi kita dukung. Apalagi, PSEL ini ramah lingkungan,” ujar Amran, Ketua RW 5, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea yang akan menjadi salah satu lokasi pilihan tempat pembangunan PSEL Makassar.

Ia menambahkan, kehadiran PSEL di wilayahnya juga akan berdampak signifikan kepada warga setempat.

“Sudah pastinya akan menciptakan lapangan kerja bagi warga yang berdomisili di sini (Kelurahan Parangloe). Bisa mengurangi angka pengangguran,” katanya.

Ketua NGO Concern and Transfarency (ConTRa) Sulsel, Yacoeb AR, menilai, dibutuhkan dukungan warga sekitar rencana lokasi penempatan pembangunan PSEL di Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, guna menyukseskan program Pemkot Makassar ini.

“Nah, dari investigasi yang kami lakukan di Kelurahan Parangloe warga sangat antusias menyambut rencana pembangunan PSEL ini, termasuk Ketua RW setempat,” terangnya.

“Kami menilai Kelurahan Parangloe layak jadi lokasi PSEL Makassar,” tambah Yacoeb, Kamis (27/7/2023).

Yacoeb menyarankan kepada Pemkot Makassar untuk fokus dalam persiapan pembangunan PSEL Makassar.

“Pemkot Makassar harus fokus persiapkan pembangunan PSEL Makassar, soal kelayakan lokasi kita serahkan kepada Pemkot Makassar yang menilai layak tidaknya. Kita serahkan kepada Pemkot Makassar lokasi yang tepat dan saya kira Pemkot Makassar lebih tahu melalui kajian yang matang. Mari kita dukung penuh program nasional ini,” jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Muh Ansar, menuturkan, saat ini progres pekerjaan yang melibatkan investor asing ini akan memasuki tahap studi dokumen melaului konsultasi dan uji publik.

Hal itu disampaikannya pada acara serah terima dokumen hasil proses tender dari panitia kepada Wali Kota Makassar di Balai Kota Makassar, Senin (3/7/2023) lalu.

Sebanyak tiga dokumen diserahkan secara langsung kepada Ansar yang hadir mewakili Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

“Tadi siang penyerahan dokumen hasil proses tender PSEL yang ada di Kota Makassar, masih tiga besar. Itu diserahkan langsung dari panitia dan tim yang mendampingi kepada wali kota dalam hal ini saya mewakili Bapak Wali Kota untuk menerima dokumennya,” jelas Ansar.

Ia menjelaskan, Pemkot Makassar selanjutnya akan mulai melakukan konsultasi kepada konsultan proyek PSEL Kota Makassar, diantaranya Kejaksaan Negeri Makassar, Kejaksaan Tinggi Sulsel, BPKP, Kemenko Marves, dan Kepolisian Daerah Sulsel.

“Besok kita mulai jalan di publik, dikonsultasikan dengan pihak-pihak yang menjadi pendamping dari pada proyek ini, semua yang ada di dokumen ini akan kita konsultasikan. Mudah-mudahan semua sudah terpenuhi agar prosesnya bisa lancar setelah itu kita berharap panitia yang didampingi tim ahli segera merekomendasi ke Bapak Wali Kota untuk segera diproses,” urainya.

Studi tersebut, kata dia, untuk mempelajari rencana proyek PSEL yang ditawarkan. Di luar dari teknologi terbaik yang ditawarkan, Pemkot Makassar mengutamakan mitigasi dan dampaknya terhadap lingkungan dan masayarakat.

“Mitigasi kita betul-betul diperhatikan, ada tim handal yang betul-betul akan memeriksa secara teliti dan detail sehingga sama sekali tidak berdampak ke wilayah sekitarnya termasuk juga pada dampak kondisi lalu lintasnya, dampak lingkungannya, dan sebagainya,” jelas Ansar.

Oleh karena itu, Ansar menuturkan, kehati-hatian pihaknya dalam memeriksa hingga menetapkan pemenang tender proyek PSEL ini. Apalagi, proyek ini, terbilang baru di Makassar, sehingga dampak hingga respon masyarakat perlu diperhatikan.

Kendati demikian, Ansar menuturkan, jika tiada halang dan rintangan, PSEL ini akan menjadi teknologi pengolah sampah terbaik dari 12 PSEL yang sudah ada di Indonesia.

“Karena ini hal yang baru khususnya di Makassar, di daerah lain ada beberapa tapi kita sudah meninjau di beberapa tempat terkait masalah yang ada itu sementara kita menganggap inilah mungkin yang terbaik, dan untuk membuktikan itu kita akan konsultasikan ke pihak tadi,” jelasnya.

Di acara yang sama, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Ferdy Mochtar, menjelaskan, proyek stategis nasional ini ditargetkan rampung akhir tahun ini. Usai pemenang ditetapkan, ground breaking PSEL di Kota Makassar ditarget dapat dilaksanakan enam bulan kemudian.

“Target dokumen yang kami tawarkan kepada masing-masing investor, setelah kontrak kerja sama, maka mereka harus enam bulan atau tahun ini paling lambat Desember itu mereka sudah melakukan proses groundbreaking PSEL,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top