search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Andi Sudirman Sulaiman Minta Perhatian Nasional untuk Penguatan Basarnas di Wilayah Kepulauan

Temui Kepala Basarnas RI
doelbeckz - Pluz.id Rabu, 22 Juli 2026 23:05
PERTEMUAN. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan audiensi dengan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Kantor Basarnas RI, Jakarta, Rabu (22/7/2026). foto: istimewa
PERTEMUAN. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan audiensi dengan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Kantor Basarnas RI, Jakarta, Rabu (22/7/2026). foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan audiensi dengan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Kantor Basarnas RI, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Andi Sudirman didampingi Bupati Kepulauan Selayar Muh Natsir Ali dan Bupati Pangkep Muh Yusran Lalogau.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan proses pencarian dan evakuasi korban kapal tenggelam KM Nurul Salsa, sekaligus mendorong penguatan upaya pencarian dan pertolongan dengan melibatkan seluruh kekuatan yang ada.

“Kami melaporkan progress pencarian dan evakuasi korban kapal tenggelam KM Nurul Salsa. Laporan juga untuk terus melanjutkan upaya evakuasi dengan segala kekuatan bersama jajaran Basarnas, TNI-AL, Polri dan Pemda,” kata Andi Sudirman.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengajukan peningkatan kapasitas pangkalan Basarnas di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Penguatan tersebut mencakup penambahan armada kapal dan fast boat, serta personel yang dapat bersiaga di wilayah kepulauan.

“Kami juga mengajukan peningkatan kapasitas pangkalan Basarnas di Pulau Selayar berikut armada kapal dan fast boat termasuk personel untuk standby di Kabupaten Kepulauan Selayar,” jelasnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas Basarnas di wilayah kepulauan penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang berisiko bagi nelayan maupun kapal penyeberangan antarpulau.

“Hal ini dilakukan untuk upaya kesiapsiagaan kondisi cuaca ekstrem bagi nelayan dan kapal penyeberangan antarpulau rawan kecelakaan,” katanya.

Andi Sudirman berharap, pertemuan tersebut mendapat perhatian secara nasional, mengingat tingginya potensi kejadian kecelakaan laut di wilayah kepulauan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar, Pangkep, dan sejumlah wilayah kepulauan lainnya di Sulsel.

“Semoga dengan pertemuan ini dapat menjadi perhatian nasional mengingat angka kejadian serupa cukup tinggi di wilayah, khususnya kepulauan, baik Selayar, Pangkep maupun wilayah lainnya di Sulsel,” pungkasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top