search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Inflasi Sulsel di Bawah Nasional, Pengamat Ekonomi: Bukti Kebijakan Pemprov dalam Stabilitas Harga

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 02 Desember 2023 12:00
OPERASI PASAR. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendampingi Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin melakukan operasi pasar di Pasar Toddopuli, Jl Todddopuli Raya, Kota Makassar, Kamis (30/11/2023). foto: istimewa
OPERASI PASAR. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendampingi Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin melakukan operasi pasar di Pasar Toddopuli, Jl Todddopuli Raya, Kota Makassar, Kamis (30/11/2023). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pengamat Ekonomi, Prof Marzuki DEA, mengakui, kebijakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam hal pengendalian inflasi sangat baik. Hal itu terbukti, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel mencatat Inflasi di Provinsi Sulsel mengalami penurunan.

Data terbaru BPS Sulsel, Jumat (1/12/2023), mencatat inflasi Year on Year (YoY) di November 2023 tercatat 2,79 persen. Sementara, inflasi bulan ke bulan (November 2023 terhadap Oktober 2023) tercatat 0,16 persen.

Bahkan, angka inflasi Sulsel lebih rendah dibandingkan Nasional. Inflasi YoY November 2023 sebesar 2,79 persen lebih rendah dibandingkan inflasi nasional 2,86 persen. Angka inflasi itu, untuk pertama kali selama lima tahun terakhir yang terendah di Indonesia.

“Saya kira, apa yang dilakukan Pemprov Sulsel, dengan berbagai kebijakannya bersama pihak terkait lainnya sudah sangat baik, bahkan melampaui target, sebab tingkat inflasi Sulsel lebih rendah dari nasional. Bravo Pemprov, bersama TPID dalam menciptakan stabilitas harga di Sulsel khususnya dan Indonesia umumnya,” kata Marzuki DEA, Jumat (1/12/2023).

Terlebih, sejumlah capaian Pemprov Sulsel dalam pengendalian inflasi. Salah satu konsen Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, dengan rutin melakukan pemantauan harga dan stok di pasar-pasar. Termasuk dalam gerakan pangan murah yang telah dilakukan Pemprov Sulsel.

“Sehingga memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat (salah satunya, TPID Award 2023). Artinya, pemprov mampu mengkoordinasi dan mengawasi berbagai kebijakan yang dicanangkan bersama dengan pihak terkait di lembaga TPID sehingga masing-masing pihak dapat melaksanakan peran dan fungsinya masing-masing secara optimal,” tuturnya.

Dengan pemantauan harga dan stok yang gencar dilakukan Pj Gubernur Sulsel dan jajaran TPID Sulsel, kata dia, maka harga-harga dan ketersediaan stok dari komoditas kebutuhan utama masyarakat dapat terkendali.

“Termasuk karena adanya kebijakan harga pangan murah untuk kelompok masyarakat yang rentan terpapar akibat kenaikan harga atau inflasi dari komoditas kebutuhan pokok mereka,” ucap Guru Besar Unhas ini.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah, mengakui, pencapaian ini lumayan baik.

“Namun jangan terlena, karena merasa sudah bagus hasilnya,” kata Ni’matullah.

“Tetap diperlukan upaya yang konsisten dan makin luas jangkauannya. Sekaligus, itu indikasi bahwa bila pemerintah daerah ada kemauan dan program yang jelas, maka pasti ada hasil yang bisa dirasakan masyarakat,” imbuhnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top