search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Vale Catat Kinerja Luar Biasa Sepanjang 2023

doelbeckz - Pluz.id Senin, 12 Februari 2024 16:45
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), Sabtu (10/2/2024), mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang telah diaudit untuk 2023.

Laba tahun berjalan sebesar
USD274,3 juta atau 37 persen lebih tinggi dibandingkan dengan laba yang dicatat pada 2022.

“Tahun 2023 merupakan tahun yang luar biasa bagi PT Vale dalam banyak hal,” kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur Perseroan.

“Kami terus memenuhi janji kami, mencatat peningkatan produksi sebesar 18 persen dan EBITDA yang kuat sebesar USD499,6 juta. Meskipun menghadapi situasi pasar yang kurang menguntungkan, kedisiplinan dalam operasional dan keuangan yang kami lakukan membuahkan hasil keuangan yang baik. Kami juga berhasil mencatat saldo kas yang tidak dibatasi penggunaannya menjadi USD698,8 juta pada akhir tahun. Kami sedang berinvestasi. Saldo kas yang kuat ini akan memungkinkan kami untuk terus mencapai kemajuan yang baik dalam proyek-proyek pertumbuhan kami. Hasil yang baik ini tentunya didukung peningkatan kinerja keselamatan kami. Dimana Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR) kami turun dari 0,64 pada tahun lalu menjadi 0,31, dan kami telah menerima peringkat lingkungan Proper Hijau (melampaui ketaatan) dari Pemerintah, untuk keempat kalinya,” tambah Febriany.

Ia mengatakan, 2023 juga merupakan tahun yang bersejarah. Pada akhir Maret, Presiden Joko Widodo mengunjungi Sorowako untuk meresmikan Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallacea, dimana kunjungan Presiden terakhir dilakukan 45 tahun yang lalu.

Dalam sambutannya, Presiden
mengapresiasi operasional kami sebagai acuan yang dapat ditiru perusahaan pertambangan nikel lainnya.

Dalam kunjungan ini, Presiden juga menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama definitif antara PT Vale, Huayou Zhejiang Cobalt (Huayou), dan Ford Motor Company (Ford).

Pada pertengahan November, PT Vale bersama pemegang saham mayoritasnya, yaitu Vale Canada Limited (VCL), PT Mineral Industri Indonesia (Persero) (MIND ID), dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM), mencapai tonggak penting dengan penandatanganan Perjanjian Induk,
sebuah langkah penting menuju pemenuhan kewajiban divestasi Perseroan berdasarkan hukum pertambangan Indonesia, yang juga merupakan prasyarat untuk mendapatkan perpanjangan izin
operasi kami.

Produksi PT Vale pada 2023 mencapai 70.728 metrik ton nikel dalam matte, naik 18 persen dari produksi 2022, yang merupakan hasil pelaksanaan strategi pemeliharaan kami di sepanjang tahun. Pada triwulan IV 2023 (4T23), produksi kami sebesar 19.084 t, tertinggi sejak 4T21.

Volume penjualan pada 2023 meningkat sebesar 17 persen dibandingkan dengan 2022 dan naik 20 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (4T23 vs 3T23).

“Meskipun harga realisasi rata-rata kami lebih rendah pada tahun 2023, namun perseroan mampu mempertahankan biaya produksi di USD10.089 per ton pada tahun 2023, yang berkontribusi pada kenaikan laba kotor sebesar 11 persen pada tahun tersebut. Biaya produksi ini mengalami penurunan sebesar 12 persen menjadi USD10.089 per ton dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD11.444 per ton. Penurunan ini disebabkan lebih rendahnya biaya energi dan berbagai inisiatif peningkatan produktivitas yang telah kami lakukan,” katanya.

“Pada 4T23 konsumsi HSFO meningkat sebesar 17 persen bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, mengimbangi penurunan konsumsi batubara sebesar 17 persen, karena ada peralihan dari batubara ke HSFO sebagai sumber energi pada November hingga Desember 2023, karena adanya aktivitas pemeliharaan di tempat penggilingan batubara (coal mill) kami. Kecuali batubara, harga rata-rata HSFO dan diesel pada 4T23 masing-masing meningkat sebesar 6 persen dan 5 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Kas dan setara kas perseroan pada 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar USD698,8 juta dan USD634,0 juta,” tambahnya.

“Sepanjang 2023, perseroan telah mengeluarkan belanja modal sekitar USD286,3 juta, meningkat 31 persen dari belanja modal yang dikeluarkan pada 2022 utamanya untuk modal pertumbuhan,” sambungnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top