search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Vale Terus Bertumbuh dan Melangkah Maju Menuju Fondasi yang Lebih Kuat

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 29 Juli 2026 23:00
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk ((PT Vale),mengumumkan hasil produksi dan kinerja keuangan untuk triwulan kedua 2026 (2T26), Rabu (29/7/2026).

Perseroan membukukan kinerja operasional dan keuangan yang solid selama periode tersebut, yang mencerminkan kemajuan dalam membangun fondasi produksi yang lebih kuat.

Didukung disiplin dalam pelaksanaan operasional serta keberlanjutan peningkatan kapasitas operasi penambangan, PT Vale tetap berada pada posisi yang baik untuk menciptakan nilai berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berlangsung.

Pada 2T26, PT Vale memproduksi 16.153 metrik ton (ton) nikel dalam matte, meningkat sekitar 19 persen dibandingkan 13.620 ton pada 1T26. Dengan demikian, total produksi nikel matte pada semester pertama 2026 mencapai 29.773 ton.

Peningkatan ini mencerminkan kinerja operasional yang lebih kuat setelah selesainya proyek Pembangunan Kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026, dengan tetap mempertahankan fokus yang tinggi pada keselamatan kerja dan keandalan operasional.

Perseroan tetap berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target produksi tahunan, serta berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan fundamental pasar nikel yang kondusif.

Selain produksi nikel dalam matte, PT Vale terus memperkuat platform pertumbuhannya melalui
pengoperasian tiga hub pertambangan di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa, yang menandai tonggak penting dalam transformasi Perseroan.

Ekspansi strategis ini menghasilkan pertumbuhan yang signifikan pada volume produksi dan penjualan bijih nikel.

Pada 2T26, Blok Bahodopi membukukan penjualan bijih nikel saprolit sebesar 1,07 juta wet metric ton (wmt), meningkat dari 886 ribu wmt pada triwulan sebelumnya, sehingga total volume penjualan pada semester pertama
mencapai 1,96 juta wmt.

Sementara, Blok Pomalaa mencatat peningkatan signifikan dalam penjualan bijih nikel menjadi 1,26 juta wmt pada 2T26, dibandingkan 89 ribu wmt pada 1T26, sehingga volume penjualan kumulatif pada semester pertama mencapai 1,35 juta wmt.

Kinerja kuat dari kedua proyek pertumbuhan tersebut menunjukkan keberhasilan peningkatan kapasitas operasi serta memperkuat strategi PT Vale untuk mendiversifikasi sumber pendapatannya dan membangun fondasi operasional yang lebih kokoh guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

PT Vale membukukan kinerja keuangan yang solid pada 2T26, didukung oleh peningkatan produksi, penguatan harga nikel, serta pelaksanaan operasional yang disiplin. Produksi nikel matte meningkat 19 persen secara triwulanan (QoQ) menjadi 16.153 ton, sementara volume penjualan tetap stabil di 13.932 ton.

Perseroan memperoleh manfaat dari kenaikan harga realisasi rata-rata nikel matte menjadi AS 290 juta,
atau naik 15% dibandingkan 1T26.
Dari sisi biaya, biaya tunai pokok penjualan nikel matte tetap kompetitif di level AS 10.382 per ton pada 1T26, mencerminkan disiplin dan ketangguhan Perseroan yang berkelanjutan dalam pengelolaan biaya. Pada bisnis bijih nikel, biaya
tunai per unit tetap stabil, yaitu AS 7 per ton di Pomalaa, termasuk
biaya royalti dan logistik. Secara khusus, operasi Pomalaa memperoleh manfaat dari optimalisasi
biaya tunai yang lebih lanjut, didorong oleh peningkatan volume penjualan seiring kapasitas operasi yang terus meningkat.

Pada 2T26, konsumsi energi meningkat terutama sejalan dengan kenaikan produksi nikel dalam
matte dibandingkan triwulan sebelumnya. Penurunan konsumsi HSFO selama periode tersebut
sebagian besar diimbangi oleh peningkatan volume penggunaan batu bara untuk mendukung
kebutuhan operasional. Konsumsi diesel juga meningkat, mencerminkan bertambahnya aktivitas
penambangan di operasi Sorowako. Sementara itu, harga energi menunjukkan tren kenaikan,
dengan harga HSFO, diesel, dan batu bara masing-masing meningkat sekitar 25%, 40%, dan 12%.
Kenaikan ini dipengaruhi oleh situasi geopolitik yang berlangsung serta dampaknya terhadap pasar energi global.

EBITDA meningkat signifikan sebesar 45% secara triwulanan menjadi AS 61 juta,
meningkat 39% dibandingkan AS 116 juta untuk
mendukung keberlanjutan operasi serta pengembangan proyek-proyek pertumbuhan strategisnya.
Pada 30 Juni 2026, saldo kas dan setara kas tercatat sebesar AS 220
juta pada 31 Maret 2026, hal ini terutama mencerminkan aktivitas investasi yang terus berlangsung
selama periode tersebut. PT Vale tetap berkomitmen pada alokasi modal yang bijaksana dan
manajemen likuiditas yang disiplin untuk menjaga ketahanan keuangan sekaligus terus mendukung
pertumbuhan jangka panjang.
Industri hilirisasi nikel Indonesia terus menunjukkan kemajuan yang signifikan, yang ditandai dengan
tibanya autoclave untuk Proyek HPAL Sambalagi, sebuah komponen utama dari Indonesia Growth
Project (IGP) Morowali milik PT Vale. Bekerja sama dengan GEM Co., Ltd. dan EcoPro, PT Vale
memperingati tonggak penting ini melalui acara BNSI Autoclave Delivery Ceremony yang
diselenggarakan pada 22 Juli 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Investasi dan
Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, yang menegaskan
pentingnya proyek tersebut secara strategis.
“Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan
rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk
mendukung agenda hilirisasi nasional,” ujar Bernardus Irmanto, Presiden Direktur dan Chief
Executive Officer PT Vale. Ke depan, Perseroan akan terus mempercepat pengembangan proyek-
proyek HPAL untuk mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yaitu produk
antara yang sangat penting dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik.
Kami menghimbau pembaca untuk melihat ikhtisar pencapaian Perseroan. Pencapaian operasional
dan hasil keuangan interim telah dirangkum pada halaman-halaman selanjutnya – semua angka
dinyatakan dalam AS$ kecuali untuk produksi nikel dalam matte dan pengirimannya yang dinyatakan
dalam metrik ton.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top