search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

PPD 2024, Danny Pomanto Paparkan Keunggulan Appakabaji UMKM

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 23 Februari 2024 23:35
PEMAPARAN. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, memaparkan program Appakabaji UMKM inovasi Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar dalam penilaian PPD tingkat provinsi di hadapan Tim Penilai di Hotel Ibis Styles Makassar, Jumat (23/2/2024). foto: istimewa
PEMAPARAN. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, memaparkan program Appakabaji UMKM inovasi Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar dalam penilaian PPD tingkat provinsi di hadapan Tim Penilai di Hotel Ibis Styles Makassar, Jumat (23/2/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Kota Makassar kembali masuk nominasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2024 Tahap II bersama 12 kabupaten/kota di Sulsel.

Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengikutkan Appakabaji UMKM inovasi Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar dalam penilaian PPD tingkat provinsi.

Keunggulan Appakabaji dipresentasikan langsung Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, di hadapan Tim Penilai di Hotel Ibis Styles Makassar, Jumat (23/2/2024).

Danny Pomanto mengatakan, Appakabaji UMKM merupakan program terintegrasi dengan Lorong Wisata yang juga diikutkan di PPD 2023 lalu.

Dimana inovasi Appakabaji melalui Inkubator Center lahir untuk memperbaiki ekosistem dan kualitas produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Makassar.

“Terkhusus lagi UMKM di Lorong Wisata, itu kita inkubasi sehingga tidak lagi menjadi UMKM biasa, tapi sudah menjadi Startup Lorong,” kata Danny Pomanto.

Danny menjelaskan, alur kerja program Appakabaji dimulai dari Tim Enumenator turun ke lapangan melakukan pendataan pelaku UMKM di 153 kelurahan.

Data itu kemudian dimasukkan ke dalam website aplikasi Sistem Informasi Data Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (SidatuMiciko).

Sebelum masuk di Inkubator Center atau tahap inkubasi, pelaku UMKM melewati tahapan pra inkubasi atau kurasi klasifikasi.

“Kita juga ada 143 kontainer terpadu (Konter) dan ini menjadu bagian penting dalam pengembangan UMKM. Ada 21 konten di situ yang kita layani dan menjadi jembatan pelayanan publik yang terbaru. Di situ lah tempat konsultasi awal, terkhusus soal legalitas,” tuturnya.

Pelaku UMKM yang lolos ke tahap inkubasi akan mengikuti pelatihan dan konsultasi di Inkubator Center, dan terakhir adalah tahap akselerasi atau akses perbankan, pemasaran hingga partnership sehingga bisa menjadi kelompok bisnis yang kuat atau reselient.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Muhammad Rheza, menjelaskan, Appakabaji adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan guna untuk meng-upgrade produk UMKM.

“Kami tidak sekedar menunggu, tapi kami jemput bola sekaligus mendata pelaku UMKM,” ungkap Rheza.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM, ada 2.162 UMKM yang masuk di tahap pra-inkubasi. Namun setelah dilakukan kurasi klasifikasi hanya 510 UMKM yang lolos ke tapah inkubasi, dan 113 yang sampai ke tahap akselerasi.

“Jadi 113 UMKM ini yang ibaratnya sekolah sudah lulus dan siap bersaing di luar. Bahkan ada yang sudah terdaftar di e-katalog,” tuturnya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, berharap, Makassar bisa lolos mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk PPD tingkat nasional.

Apalagi, tahun lalu, Kota Makassar dengan inovasi Lorong Wisata menduduki peringkat empat PPD tingkat nasional. Sehingga diharapkan Appakabaji mampu melebihi prestasi yang telah diraih tahun lalu.

“Appakabaji ini inovasi Dinas Koperasi dan UKM, mudah-mudahan dengan hadirnya Appakabaji ini kita masuk dan menjadi juara nasional PPD. Itu target kita,” harap Andi Zulkifli Nanda. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top