search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pj Gubernur Sulsel Apresiasi Bupati Soppeng Sertifikasi Bibit Cabai Tampaning

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 08 Maret 2024 21:00
HAK PATEN. Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak menyerahkan bibit cabai Tampaning kepada Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin. Bupati Soppeng mensertifikasi bibit cabai Tampaning menjadi hak paten. foto: istimewa
HAK PATEN. Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak menyerahkan bibit cabai Tampaning kepada Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin. Bupati Soppeng mensertifikasi bibit cabai Tampaning menjadi hak paten. foto: istimewa

PLUZ.ID, SOPPENG – Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mendukung penuh langkah Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak yang mensertifikasi bibit cabai Tampaning menjadi hak paten.

“Luar biasa ini masyarakat Soppeng bisa punya profesi dan sumber penghasilan baru dengan menjual benih cabai Tampaning,” kata Bahtiar, Jumat (8/3/2024).

Selain itu, Bahtiar berharap, ke depannya segera menyusul bibit cabai Salo Dua Enrekang dan Katokkong Tana Toraja yang akan menjadi ciri khas cabai asal Provinsi Sulsel.

“Kita dukung, semoga segera menyusul sertifikasi cabai Salo Dua Enrekang dan cabai Katokkong Tana Toraja, dan semoga ada varietas baru lain lagi di Sulsel,” harap Bahtiar.

Menurutnya, semua stakeholder terus berupaya untuk sama-sama melakukan gerakan penanaman cabai dalam jumlah besar di seluruh daerah di Sulsel. Apalagi, Sulsel sendiri memiliki bibit cabai khas yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia.

“Kita harus sama-sama gerakkan pembagian benih, dan bagikan bibit cabai sebanyak-banyaknya dan membina masyarakat Sulsel budidaya cabai.
Nilai ekonominya sangat tinggi, per hektare bisa mencapai Rp600 juta sampai dengan Rp800 juta per tahun,” jelas Bahtiar.

Ke depannya, kata Bahtiar, bila Sulsel sudah berhasil melakukan penanaman cabai dalam jumlah besar paling tidak 10.000 hektare, sudah bisa menjadi syarat untuk dibangunkan pabrik pengolahan cabai.

“Jika sudah tertanam lebih 10.000 hektare kita dorong pembangunan pabrik industri cabai,” tuturnya.

“Harus kita dorong penanaman cabai massal untuk skala industri untuk menjadi sumber kehidupan alternatif masyarakat Sulsel. Lahan di Sulsel umumnya cocok untuk cabai. Baik cabai rawit maupun cabai merah besar,” tambahnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top