search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pj Gubernur Sulbar Ajak OPD ke Lahan Pisang Cavendish di Bone yang Siap Ekspor

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 25 Mei 2024 16:00
Bahtiar Baharuddin. foto: istimewa
Bahtiar Baharuddin. foto: istimewa

PLUZ.ID, BONE – Mengisi akhir pekan ini, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar mendatangi Sentra Pembibitan Pisang Cavendish di Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Susel.

Seperti diketahui saat ini terdapat sekitar 200 hektare lahan perkebunan pisang cavendish di Kabupaten Bone yang perkembangannya telah berbuah sejak April 2024.

Pada kunjungan OPD terkait ini, juga nampak hadir Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, Sekda Provinsi Sulbar Muhammad Idris serta kepala dinas terkait lainnya.

Selain ke Sentra Pembibitan Pisang Cavendish mereka juga melihat langsung pembibitan pisang cavendish dan nanas madu, tepatnya di Kampung Batu Gading, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulsel, Sabtu (25/5/2024).

Bahtiar mengajak aparat pemerintahannya untuk melihat komoditi pisang yang kelak dapat menjadi potensi untuk dikembangkan di Sulbar. Apalagi, pasarnya sudah jelas dan Sulbar termasuk salah satu daerah penghasil pisang di Indonesia.

“Lidahnya orang Indonesia itu adalah pisang. Kedua pepaya, ketiga Keruk, keempat mangga. Masalahnya barangnya terbatas. Pisang di Indonesia dari Aceh-Papua baru bisa terpenuhi 35 persen dan 65 negara minta pisang,” ucapnya.

“Paling laris dan mahal itu pisang cavendish. Di Indomaret itu kita dapat membelinya seharga Rp27 ribu per tiga biji,” tambah Bahtiar.

Maka dari itulah Bahtiar mengajak Pemprov Sulbar untuk mempelajari dan melihat langsung bagaimana proses pembibitan dan penanaman pisang cavendish di Kabupaten Bone, yang pernah dirintisnya saat menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel.

Saat ini pohon pisang tersebut, telah berbuah dan rencananya akan panen perdana pada Juli 2024.

Di Sulsel sendiri telah terbentuk ekosistem bisnis pisang cavendish yang telah dirintis Bahtiar Baharuddin. Untuk pemasarannya, Pemprov Sulsel telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan raja buah Great Giant Foods (GGF) pada Maret 2024.

Sebelumnya, Pemprov Sulselbersama PT Yas Exports International (YEI) juga telah melakukan penandatanganan kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) tentang pembelian hasil budidaya pisang cavendish di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (27/11/2023). Ekosistem tersebut dirintis Bahtiar Baharuddin.

Sementara, Sekda Provinsi Sulbar, Muhammad Idris, berterima kasih atas fasilitasi Bahtiar yang telah membuka peluang ekonomi bagi Sulsel.

“Kita akhirnya mendapatkan pembelajaran langsung di tempat pengelolaan pisang,” kata Idris.

Dari studi ke Bone ini, menurutnya, memang perlu membangun ekosistem yang baik dari pengelolaan pisang dan berharap agar Bahtiar kembali merintis di Sulbar khususnya di Kabupaten Majene. Sebab salah satu hasil pertanian di Sulbar adalah jenis tanaman pisang.

“Kedua bagaimana. Keterlibatan pimpinan didalam mendorong supaya masyarakat bisa menjadi bagian yang ikut terlibat dalam industri pengelolaan pisang,” jelasnya.

Idris pun berkomitmen akan menjemput peluang budidaya Pisang di Sulbar, apalagi tanah di Sulbar memiliki Ph yang lebih baik, sehingga akan lebih berpotensi. Untuk itu, pekan depan akan mulai bergerak melakukan pemetaan lokasi yang cocok untuk pengelolaan pisang.

“Terima kasih Gubernur Sulbar atas pembelajaran manfaatnya luar biasa,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top