search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tingkat Pengangguran Terbuka Bulukumba Terendah di Sulsel

doelbeckz - Pluz.id Senin, 27 Mei 2024 14:15
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Badan Pusat Statistik (BPS) Bulukumba merilis data Indikator Makro Kabupaten Bulukumba 2023.

Kabid Humas Diskominfo Kabupaten Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, menuturkan, ada lima indikator makro yang dirilis sebagai data terkini, yaitu tingkat kemiskinan, ketenagakerjaan, indeks pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi.

Secara umum kelima indikator tersebut menunjukkan capaian yang positif. Misalnya tingkat kemiskinan Bulukumba terus menurun dari 31,29 ribu pada 2022, turun 30,65 ribu pada 2023 atau mencapai 7,22 persen.

Jumlah dan persentase penduduk miskin mengalami penurunan sejak 2021 hingga 2023. Artinya, baik secara jumlah maupun persentase, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin.

“Angka 7,22 persen ini juga menempatkan Bulukumba pada posisi ke-6 terendah di Sulawesi Selatan,” ungkapnya, Senin (27/5/2024).

Meski posisi ke-6 terendah, Bulukumba menempati posisi pertama dengan kemiskinan terendah di Wilayah Selatan- selatan yang terdiri dari Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, dan Kepulauan Selayar.

“Artinya apa, meskipun semua kabupaten di Wilayah Selatan-selatan memiliki jumlah penduduk lebih kecil dibanding Bulukumba, namun persentase penduduk miskinnya lebih besar,” katanya.

Pertumbuhan ekonomi (PDRB) juga meningkat, dari 3,81 persen 2022 menjadi 4,11 persen 2023. Konstribusi PDRB masih didominasi pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 37,59 persen, disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 16,59 persen.

Selanjutnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Meski ada kenaikan dari 1,26 persen 2022 menjadi 1,31 persen 2023, namun angka 1,31 per Agustus 2023 ini, menjadi angka terendah di antara kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sulsel. Bulukumba disusul Enrekang 1,53 persen dan Sinjai 1,69 persen.

Penduduk usia kerja Bulukumba sebanyak 350.680 orang yang terdiri dari angkatan kerja 248.205 orang dan bukan angkatan kerja 102.475 orang.

Dari 248.205 orang angkatan kerja ini, terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 244.955 orang sepanjang periode Agustus 2022 sampai Agustus 2023.

Sementara, tingkat Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Bulukumba juga terus naik. Tahun 2021 sebesar 72,02, tahun 2022 sebesar 72,75, dan 2023 sebesar 73,64.

Angka IPM ini diambil dari indikator umur harapan hidup saat lahir 74,01 tahun, rata-rata lama sekolah 8,26 tahun, harapan lama sekolah 13,43 tahun, dan pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan Rp11.392.000

Angka IPM 73,64 pada 2023 ini, masuk pada IPM level tinggi dan menempatkan Bulukumba pada posisi ke-9 teratas capaian IPM di antara 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Untuk data inflasi per April 2024, Bulukumba berada pada posisi terendah sebesar 2,14 persen menyusul Kota Parepare 2,19 persen dan Kota Makassar sebesar 2,33 persen. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top