search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pj Gubernur Sulbar Tinjau Longsor di Mamasa

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 29 Mei 2024 13:00
KUNJUNGAN. Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, meninjau longsor yang terjadi di Kabupaten Mamasa, Sulbar, Rabu (29/5/2024). foto: istimewa
KUNJUNGAN. Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, meninjau longsor yang terjadi di Kabupaten Mamasa, Sulbar, Rabu (29/5/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAMASA – Longsor yang terjadi di Kabupaten Mamasa, Sulbar mendapat perhatian besar di Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin.

Meskipun kunjungan kerja ke Kabupaten Pasangkayu dan Mamuju Tengah baru tiba, Rabu (29/5/2024) dini hari, tetapi Bahtiar langsung ke lokasi tanah longsor di daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tana Toraja, Sulsel.

Bahtiar dan rombongan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar berangkat ke Mamasa, Rabu (29/5/2024) pagi.

Bahtiar didampingi Sekda Provinsi Sulbar Muhammad Idris, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar, Danlanal Mamuju Letkol Laut (P) Dedi Andriytno, Kabinda Sulnar, dan jajaran Pemprov Sulbar. Tiba di lokasi Bahtiar dijemput Pj Bupati Mamasa, Muhammad Zain.

Pada kesempatan tersebut, pemprov memberikan bantuan provinsi tahap pertama disalurkan, diantaranya 50 selimut, 50 tikar, sabun mandi 504 pices, dan 20 terpal. Sementara, tahap kedua bantuan disalurkan, diantaranya sembako 250, hygine kit 250, makanan siap saji 250, selimut 200, matras 200, velbad 50, kasur lipat 100, tenda pengungsi 3, paket keliarga 50, pompa alkom 5, peralatan pertukanan 20, terpal 100, dan chain saw 5 unit.

“Satu atau dua hari kedepan harus sudah selesai semua perbaikan titik longsor di Mamasa,” kata Bahtiar.

Karena masih ada tiga desa belum bisa diakses dari dua titik longsor. Sehingga Bahtiar tegaskan agar tim turun langsung melakukan pembersihan.

“Kita lengkap mulai TNI-Polri, Lanal, BPBD, Bazarnas. Jadi harus selesai dua hari kedepan, laporannya harus ada sore atau besok. Bawa semua bantuan masuk area pemukiman,” ungkapnya.

Bahtiar menghimbau, agar tidak ada lagi warga bermukim di 174 titik yang berpotensi terdampak bencana.

“Penanganannya sudah luar biasa, tinggal tambah lagi agar cepat selesai dua titik lagi yang masih butuh pembersihan,” ujarnya.

Sedangkan, ada satu desa di Kecamatan Pana sangat sulit aksesnya yang butuh percepatan.

“Ini ada 5 ton bantuan kita disalurkan, satu desa di Kecamatan Pana itu kita upayakan logistik bawa melalui jalur Toraja, ini dulu dipenuhi sambil kita lakukan pembersihan karena aksesnya sulit,” bebernya.

Sedangkan, Pj Bupati Mamasa, Muhammad Zain, mengungkapkan, ini kunjungannya ke sekian kalinya, dimana sejak pertama terjadi longsor langsung berada di lokasi.

“Teman-teman dari PUPR, BPBD, Kemensos hingga TNI/Polri sudah turun semua membantu. Beberapa bantuan diturunkan secara bertahap, ada juga bantuan uang tunai diberikan,” ucap Zain.

Saat ini, kondisi area longsor sudah dibersihkan dan bisa dilewati kendaraan. Seperti area Aralle dan Bambang sudah dibersihkan.

“Beberapa kerugian meterial dialami masyarakat. Pembersihan sementara terus berlangsung agar tidak ada lagi longsor susulan,” katanya.

Salah satu, warga terdampak longsor, Tono, menuturkan, sangat berterimakasih atas bantuan yang disalurkan Pj Gubernur di Kabupaten Mamasa.

Ia berharap, bantuan pertanian yang rusak akibat longsor dapat juga diperhatikan. Beberapa kerugian dialaminya selama longsor terjadi mulai kerusakan rumah, kendaraan dan perkebunan.

“Kami harap pemerintah bisa membantu bukan hanya jalanan dan rumah. Tapi ada juga kebun yang rusak parah, semoga ini menjadi perhatian,” ujar Tono yang merupakan tokoh pemuda Uhelanu.

Bantuan, jalan dan rumah-rumah yang rusak sudah diberikan bantuan, tinggal perkebunan warga yang rusak diharap bisa dibantu.

Adapun, tiga desa belum terbuka aksesnya diantara desa Salu Kepopo, Salu Dengen, dan Desa Rante Tarima, Kecamatan Bambang. Termasuk juga ada Desa Baruru Kecamatan Aralle dan Kecamatan Pana Desa Tokka.

Saat ini, tiga alat berat sementara melakukan pembersihan dua titik longsor untuk membuka akses di tiga desa tersebut dan bantuan sementara terus dikerahkan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top