search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Firman Pagarra Paparkan Progres Penanganan Stunting di Makassar

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 31 Mei 2024 20:27
Firman Hamid Pagarra. foto: istimewa
Firman Hamid Pagarra. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, memaparkan hasil review kinerja aksi konvergensi percepatan dan penanganan stunting di Kota Makassar.

Review tersebut dipaparkan di hadapan tim penilai provinsi di Hotel Swissbell In Panakukkang Makassar, Jumat (31/5/2023).

Diantara paparan data yang diuraikan tersebut, antara lain membuat master ansit dalam penentuan data,.seperti data tren keluarga beresiko stunting, prevalensi stunting Kota Makassar berdasarkan SKI dan E-PPGBM, permasalahan yang ditemui di daerah beserta tindak lanjutnya, capaian dan target kinerja, sejumlah inovasi terkait percepatan penurunan stunting, serta tahapan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Percepatan Penurunan Stunting dan rembuk stunting.

Firman Pagarra mengatakan, master ansit merupakan instrumen yang digunakan perhitungan dengan menggabungkan data stunting, prevelensi stunting, dan data cakupan layanan yang diperoleh dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Percepatan penurunan stunting di Kota Makassar sangat disikapi dengan serius. Dengan menerbitkan peraturan wali kota tentang percepatan penurunan stunting dan memberikan kepastian hukum yang dapat digunakan sebagai rujukan bagi OPD, Peraturan Wali Kota Makassar Nomor: 96 tahun 2023 tentang Konvergensi Percepatan Pencegahan Dan Penurunan Stunting,” ucapnya.

“Di awal itu kita matangkan data terkait keluarga beresiko stunting. Dari situ kita tarik agar bisa mengambil keputusan sehingga menghasilkan solusi. Bisa dilihat Angka prevelensi stunting berdasarkan EPPBGM tejadi penurunan dari angka 4,07 persen (2022) ke 3,14 pada tahun 2023,” sambungnya.

Firman mengungkapkan, dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terhadap penurunan stunting tidak sampai di situ.

Aksi nyatanya terekam pada Senin, 12 Maret 2023 lalu, disepakati lokus 2023 sebanyak 19 lokus kelurahan dengan item jumlah anak stunting di setiap kelurahan, prevelensi stunting, jumlah keluarga berisiko stunting, dan cakupan layanan intervensi.

Dukungan ini pula terlihat dalam penyusunan rencana kegiatan sebagai tindak lanjut Pemkot Makassar dalam merealisasikan hasil rekomendasi dari analisis situasi diwujudkan dalam bentuk penganggaran dalam APBD dan dana kelurahan.

“Masyarakat juga membantu pemerintah dalam memfasilitasi, merencanakan, melaksanakan dan mengawasi kegiatan Pembangunan sumber daya manusia di desa/kelurahan yang terdiri dari Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kader Pembangunan Manusia (KPM), Posyandu, dan PKK,” sebutnya.

Adapun jenis pembinaan dalam penurunan stunting, pelatihan konseling Pemberian Makanan pada Bayi dan Anak (PMBA), melakukan pelatihan bagi kader TPK terkait pendampingan bagi keluarga yang miliki balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan calon pengantin.

Ia berharap, program-program yang tengah dijalankan jajaran Pemkot Makassar dapat membuahkan hasil yang lebih lagi sebagai upaya meningkatkan konvergensi intervensi gizi ke depannya.

Karena, penilaian ini merupakan komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting dan juga sebagai tindak lanjut pelaksanaan amanat dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

“Saya harap dengan kegiatan ini, kami semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja dalam upaya konvergensi intervensi, dan terciptanya koordinasi dan sinkronisasi serta keterpaduan program kegiatan penanganan stunting yang valid,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum Provinsi Sulsel, Abd Malik Faisal, mengatakan, menurut data survei kesehatan indonesia tahun 2023 angka prevalensi stunting di Provinsi Sulsel masih berada di tingkat yang cukup tinggi, yakni sebesar 27,4 persen dibandingkan 2022 sebesar 27,2 persen mengalami kenaikan 0,02 persen.

“Hal ini tentu menjadi perhatian yang serius untuk kita semua, oleh karena itu diperlukan upaya yang konfrehensif, terkoordinasi dan berkelanjutan untuk menurunkan angka stunting di provinsi kita,” jelas Abd Malik. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top