search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Nobar Film Lafran Bersama Pj Gubernur Sulsel, Firman Pagarra: Keren, Patut Diteladani Kegigihan dan Semangatnya

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 25 Juni 2024 12:10
NOBAR. Pj Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra (kiri), ikut Nonton Bareng (Nobar) Film Lafran di CGV Mall Panakukkang, Kota Makassar, Senin (24/6/2024). foto: istimewa
NOBAR. Pj Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra (kiri), ikut Nonton Bareng (Nobar) Film Lafran di CGV Mall Panakukkang, Kota Makassar, Senin (24/6/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, ikut Nonton Bareng (Nobar) Film Lafran di CGV Mall Panakukkang, Kota Makassar, Senin (24/6/2024).

Firman nobar bersama Pj Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh beserta jajaran Forkopimda Kota Makassar dan Sulsel. Lafran resmi tayang sejak 20 Juni 2024 serentak di bioskop seluruh Indonesia.

Film yang memiliki durasi 1 jam 39 menit ini, mengisahkan seorang Lafran Pane yang merupakan pendiri organisasi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam).

HMI sendiri berdiri pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta. Kisahnya disampaikan semenjak Lafran masih kecil hingga mendirikan HMI di Yogyakarta.

Firman sangat mengapresiasi film tersebut. Menurutnya, film ini wajib ditonton, karena sangat menginspirasi apa lagi bagi penerus bangsa.

“Alhamdulillah, tadi kami menonton bersama rombongan Forkopimda Sulsel dan Kota serta jajaran pengurus Kahmi. Film ini sangat menginspirasi tentang kegigihan dan ketekunan seorang pahlawan nasional Lafran Pane dalam memperjuangkan organisasi mahasiswa islam di Indonesia,” ujarnya.

“Khususnya jajaran-jajaran KAHMI dan para kadernya wajib mencontohi ketulusan Lafran dalam berjuang. Dan, kami pelayan publik juga ini bisa memetik hikmah dan meneladani sosok Lafran,” sambung Firman.

Film ini dilatarbelakangi saat Lafran Pane, pria kelahiran Padang Sidempuan, 5 Februari 1922 tersebut, merasakan perubahan sikap banyak mahasiswa Islam di Yogyakarta, saat kuliah di Sekolah Tinggi Islam (sekarang Universitas Islam Indonesia/UII).

Mereka condong ke arah sekuler, sehingga hatinya tergerak untuk mendirikan HMI sebagai wadah perjuangan mahasiswa Islam.

“Jadi filmnya ini diceritakan bagaimana Lafran Pane dari masa kecilnya hingga menjadi aktivis. Sangat menginspirasi. Saya harap anak muda menyempatkan waktunya untuk menonton film ini agar bisa merasakan dan melanjutkan perjuangan Lafran Pane,” harap Firman. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top