search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Walk Out dari Mubes, IKAFE Ingin IKA Unhas Lebih Berdampak

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 03 Mei 2026 15:24
Walk Out dari Mubes, IKAFE Ingin IKA Unhas Lebih Berdampak

PLUZ.ID, MAKASSAR – Andi Amran Sulaiman terpilih secara aklamasi di Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, 1-3 Mei 2026.

Namun, Mubes IKA Unhas kali ini, ternyata tak berlangsung datar dan mulus. Mubes empat tahunan yang dihadiri dua ratusan alumni tersebut, dibumbui dinamika forum yang mengejutkan dan konstruktif dari rombongan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Unhas yang dipimpin sang Ketum Hendra Noor Saleh.

Sebanyak 27 Utusan penuh dan tiga peserta peninjau Ikafe yang berlatar belakang aktivis kampus di zamannya, spontan walk-out dari sidang pleno pertama.

Pangkal mula, langkah kritis Ikafe karena agenda Mubes terlihat seakan hanya formalitas. Jadwal dibuat sangat singkat, sehingga tak ayal membuat perdebatan sengit dan riuh di sesi perdana. Ikafe memandang opsi walk out perlu diambil sebagai bentuk kecintaan kepada organisasi IKA Unhas dan masa depan pembelajaran demokrasi kealumnian yang lebih elegan dan bermaslahat.

Puncak kekisruhan, saat Steering Committe menawarkan 9 pimpinan sidang Mubes Ika Unhas, tanpa meminta usulan kandidat dari perwakilan fakultas, wilayah dan golongan yang bisa diterima secara terbuka dan representatif oleh peserta mubes. Nama-nama baru bergulir ketika diumumkan oleh Steering Commitee begitu agenda pimpinan sidang dibahas dan dilempar kepada delegasi Mubes.

Kurang eloknya, begitu para hadirin mengusulkan profil pimpinan sidang baru demi kepentingan regenarasi dan keterwakilan yang lebih harmonis, suara tersebut ditampik serta-merta. Solusi voting untuk mewarnai demokrasi IKA Unhas yang partisipatif, meriah dan riang gembira, juga dilepeh.

Ikafe yang mengusulkan satu nama kadernya juga hanya ditulis di papan layar, namun kemudian dihapus. Demikian juga Kedokteran, Pascasarjana dan Fakultas Hukum, tentu dengan argumentasi masing-masing.

Setelah lama berdebat, saat susunan pimpinan sidang dibacakan oleh sekretaris Steering Committee. Ternyata yg dibacakan adalah draft awal. Seakan masukan tidak didengarkan, sebagian peserta munas gaduh. Dan Delegasi Ikafe Unhas melakulan aksi walk-out. Karena apapun yang diusulkan oleh delegasi, tidak akan pernah didengarkan. Sehingga merasa percuma bertahan di arena Mubes IKA Unhas.

Di tengah kekisruhan, panitia turun tangan menggunakan mike mengusir orang yang ada di ruangan sidang, yang dituduh bukan delegasi penuh atau peninjau. Tidak jelas ditujukan kepada siapa, yang jelas memancing kemarahan peserta. Karena, layaknya sidang-sidang mubes atau konferensi lain, kewenangan mengatur sidang sudah di tangan Steering Committee. Dan jika benar ada yang masuk ke ruangan, dan dia bukan peserta penuh atau peninjau, berarti kegagalan panitia menyaring orang yang bisa masuk arena.

Menanggapi aksi walk-out itu, Ketua Umum Ikafe Unhas Dr. Hendra Noor Saleh menyebut santai, “Anda lihat sendiri, tidak ada usulan peserta munas yang didengarkan. Seakan Mubes ini jadi musyawarah kejar target dan anti demokrasi. Sehingga teman-teman merasa tidak ada gunanya bertahan, sekaligus bentuk pertanggungjawaban moril dan intelektual, kami sepakat walk-out.”

Aksi ini mendapat dukungan luas dari silent majority yang memberi support moril kepada delegasi Ikafe yang berani mengambil sikap. Panitia, steering committe, dan beberapa tokoh Unhas seperti Ilham Arief Sirajuddin, Rahman Pina, Irfan, Salahuddin Alam, Prof Arsunan Arsin, Ni’matullah, Salman AT mencoba mendinginkan suasana. Dengan mengakui kesalahan desain arena Mubes yang membuat komunikasi jadi simpang-siur dan berjanji akan lebih demokratis mengendalikan jalannya sidang. Dan terakhir menawarkan utusan Ikafe Azwar Anwar menjadi pimpinan sidang menggantikan utusan IKA Pertanian.

Setelah semua masukan diterima, delegasi Ikafe melakukan pertemuan tertutup. Hasilnya: “Demi persatuan Unhas dan kepentingan yg lebih luas, dengan besar hati kembali ke arena Mubes,” sebut Hendra di tengah arena Mubes, yang disambut tepuk tangan gempita dari hadirin.

Namun, Ikafe menolak opsi mengganti pimpinan sidang dengan utusan Ikafe. “Silakan dilanjut dengan pimpinan yang sekarang. Karena Ikafe tidak berburu jabatan. Kami hanya berharap Mubes berjalan sehat dan demokratis,” lanjut Ketua Umum Ikafe Unhas.

Kepengurusan Ikafe Unhas, secara tradisi memang unik. Selama ini tampuk pimpinan selalu dipercayakan kepada tokoh alumni yang berasal dari dunia swasta yang menetap di Jakarta. Yaitu Asmawi Syam, Dirut BRI pada zamannya, menakhodai Ikafe pada tahun 90an. Disusul Iqbal Latanro era 2010an. Dan terakhir DR. Hendra Noor Saleh, SE., M.Si., DBA, CEO dan direktur berbagai perusahaan swasta yang terpilih pada tahun 2022 di JS Luwansa, Jakarta.

Ikafe dengan semangat riang gembira, selalu mengandalkan kekuatan kebersamaan dari anggotanya. Tidak bertumpu pada alumni tertentu yang dianggap sukses di atas rata-rata. Tak heran jika kegiatan Ikafe Unhas selalu berkesinambungan, kreatif, mandiri, publikasi rutin di media, terorganisir dan kaderisasi lancar alamiah.

Postur kepengurusan Ikafe Unhas memang cukup unik. Bertabur aktivis kampus, anggota HMI, ketua senat, ketua Maperwa (dulu BPM) lintas generasi yang menjadi singa podium dan laskar tangguh konferensi yang sudah kenyang asam garam berorganisasi. Sebut saja: Ni’matullah, Muh. Suaib Mappasila, Afandi Mansyur, Rio Fatrah, Andi M. Sadat, M. Lutfi Hanafi, Eka Sastra, Amril Arifin, Irdham Ferdiansah, Ikhsan Nur, Suryanata, Laode Musafin, M. Idris Amin, Rahmat Noer dan masih banyak lagi.

“Interupsi” Ikafe Unhas seakan menyadarkan kembali apa makna ber-IKA Unhas. Bukan bertujuan kultus individu, selalu mendukung ketua terpilih agar membawa organisasi menjadi lebih bermanfaat dan bermanfaat untuk alumni dan kampus Unhas tercinta.***

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top