search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pengendalian Inflasi Sulsel Masuk Lima Terbaik di Indonesia

doelbeckz - Pluz.id Senin, 01 Juli 2024 15:00
KUNJUNGAN. Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh disambut Kepala BPS Sulsel Ariyanto saat melakukan kunjungan di Kantor BPS Sulsel, Senin (1/7/2024). foto: istimewa
KUNJUNGAN. Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh disambut Kepala BPS Sulsel Ariyanto saat melakukan kunjungan di Kantor BPS Sulsel, Senin (1/7/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel mengumumkan inflasi di daerah ini pada Juni 2024 di angka 2,03 persen Year on Year (YoY) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,84.

Angka ini menempatkan Sulsel di posisi lima terbaik dalam pengendalian inflasi di Indonesia.

“Ini kabar yang menggembirakan bagi Sulsel,” ujar Zudan Arif Fakrulloh, Penjabat Gubernur Sulsel, di Kantor BPS Sulsel, Senin (1/7/2024).

“Tingkat indeks yang membaik tercermin dari inflasi year on year di Bulan Juni di Sulsel turun menjadi 2,03 persen. Ini menjadi sesuatu yang sangat bagus bagi kita,” lanjutnya.

“Kalau dilihat rata-rata nasional dari 38 provinsi, Sulawesi Selatan masuk nomor lima terbaik di Indonesia, jadi terima kasih banyak untuk semua,” sambung Zudan.

Pencapaian ini berkat kerja sama yang baik antara BPS, Bank Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, dan seluruh kabupaten/kota di Sulsel.

“BPS luar biasa, datanya sangat akurat sehingga intervensi dari pemerintah provinsi dan kabupaten kota semakin tepat,” puji Zudan.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Wajo 2,73 persen dengan IHK sebesar 106,34 dan terendah terjadi di Kota Makassar sebesar 1,77 persen dengan IHK sebesar 106,13.

Inflasi YoY terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran. Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,06 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,71 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,4 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,79 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,71 persen, kelompok transportasi sebesar 0,9 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,43 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,78 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,27 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,28 persen.

Adapun kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,12 persen.

“Inflasi dari tahun ke tahun 2,03 persen ini diakibatkan kelompok, makanan, minuman, tembakau, transportasi dan perawatan pribadi, yaitu harga emas. Sedangkan Informasi dan komunikasi mengalami deflasi dari tahun ke tahun,” jelas Ariyanto, Kepala BPS Sulsel.

Tingkat deflasi month to month (m-to-m) pada Juni 2024 sebesar 0,26 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Sulsel Juni 2024 sebesar 0,83 persen. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top