search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Kunjungi Pabrik Smelter di Bantaeng, OPD Pemprov Terpacu Kejar Investor Ajak ke Sulbar

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 01 Agustus 2024 22:50
KUNJUNGAN. Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, membawa sejumlah Kepala OPD ke kawasan smelter PT Huadi Bantaeng Industrial Park (HBIP) di Kabupaten Bantaeng, Rabu (1/8/2024). foto: istimewa
KUNJUNGAN. Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, membawa sejumlah Kepala OPD ke kawasan smelter PT Huadi Bantaeng Industrial Park (HBIP) di Kabupaten Bantaeng, Rabu (1/8/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, BANTAENG – Studi Karya Inovasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar berlanjut di Kabupaten Bantaeng, Rabu (1/8/2024).

Dalam kunjungan ke Bantaeng, Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, membawa sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke kawasan smelter PT Huadi Bantaeng Industrial Park (HBIP).

Mereka yang ikut, seperti Asisten I Bidang Pemkesra Setda Sulbar Muh Jaun, Asisten II Bidang Ekbang Muchtar, Kadis PU Rachmat, Kadis Sosial Abdul Wahab, Kadis Pemuda dan Olahraga Safaruddin, Kadis DKP Suyuti Marzuki, Kepala Bapperida Junda Maulana, Kadis Perhubungan Andi Farid Amri, serta Kepala BPKPD Sulbar Masriadi, Kepala Dishub Maddareski

Mereka diterima perwakilan Direktur PT Huadi Lily Dewi Candigenara, perwakilan Owner PT Huedi Yos, dan Sekda Pemkab Bantaeng.

Pada pengantarnya Bahtiar Baharuddin mengatakan, dirinya sengaja memboyong OPD Sulbar ke Huadi Bantaeng, sebab daerah ini pernah menjadi kawasan yang tandus dan gersang kemudian berkembang seperti sekarang ini. Salah satu faktornya, karena hadirnya investor seperti PT Huedi yang telah mempekerjakan 85 persen warga lokal Bantaeng. Hal tersebut diamini Sekda Bantaeng, Muh Rivai Nur.
“Dulu daerah ini sangat tandus. Zaman Pak Nurdin Abdullah kita buka KIBA, Kawasan Industri Bantaeng. Kalau ada investor, kita yang datangi. Bawa laptop, printer, dan kami presentasi. Perintahnya Pak NA, jangan pulang sebelum terbit izin prinsip” ungkap Rivai.

PT Huadi adalah perusahaan smelter yang berdiri di atas lahan 100 hektare yang masuk dalam Kawasan Industri Bantaeng (KIBA). Pihak Huadi membeli bahan baku nikel berasal dari perusahaan tambang di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Sejak kehadirannya di Bantaeng perusahaan ini, memberikan pemasukan Rp5 miliar per bulan ke kas Pemkab Bantaeng.

Sementara, pihak Direktur PT Huadi, Lily Dewi, mengatakan, kehadiran mereka di Bantaeng semula tak pernah dilirik investor termasuk owner PT Huadi sendiri. Tetapi faktor pemerintahannya terutama kepala daerahnya yang memberikan jaminan dan kepercayaan kepada investor. Mulai dari pelayanan dan sumber daya manusia.

Lily menilai, kehadiran pemerintah Sulbar di Bantaeng akan memberi manfaat bagi perusahaannya dan berjanji akan mengunjungi balik di Sulbar.

“Harapan kami apa yang kami miliki dapat menjadi hal yang baik bagi masyarakat Sulbar. Kami berharap suatu waktu dapat ke Sulbar. Atau kemungkinan investasi yang baru di sulbar. Semoga kita bisa bersinergi dan mendapatkan tujuan yang baik” kata Lily.

Sementara, Kadis PU Sulbar, Rachmat, mengaku, mendapatkan banyak informasi dan pengalaman setelah diajak Bahtiar berkunjung ke PT Huadi. Diantaranya pentingnya kejelasan kawasan industri yang bersinergi dengan swasta serta pemetaan lahan lahan yang dapat dijual kepada investor. Sebab kehadiran investor dan perusahaan besar di Sulbar akan meningkatkan perekonomian di Sulbar.

“Sepulang dari sini kami akan melakukan pemetaan. Untuk mencari peluang masuknya investasi di Sulbar. Apalagi, jika Huadi berminat,” ujar Andi Rachmat. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top