PLUZ.ID, MAKASSAR – Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, mengapresiasi kegiatan bakti sosial operasi katara gratis yang dilaksanakan RSUD Haji Makassar.
Pada bakti sosial dalam rangka Hari Jadi atau Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel ke-355 ini, dilakukan tindakan operasi terhadap 24 pasien katarak dan dua pasien Pterigium di RSUD Haji Makassar, Sabtu (19/10/2024).
Bakti sosial ini bekerja sama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Sulsel.
“Terima kasih dan apresiasi kepada RSUD Haji dan Perdami Sulsel atas kegiatan bakti sosial ini. Kegiatan yang kreatif, inovatif ran manfaatnya langsung terasa untuk masyarakat,” kata Zudan saat membuka bakti sosial tersebut, didampingi Pj Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Ninuk Triyanti Zudan.
Menurutnya, salah satu indera bagi tubuh yang sangat vital adalah mata. Oleh karena itu, kegiatan baksos seperti ini tidak hanya dilakukan pada momen tertentu.
“Kita harap bisa kembali dilakukan bakti sosial seperti ini,” katanya.
Zudan juga mengapresiasi segala inovasi yang dilakukan Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel itu.
“Tadi sudah mendapatkan penghargaan lima besar OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terbaik dari 56 OPD di lingkup Pemprov Sulsel. Selamat. Terus tingkatkan inovasinya, saya percaya RSUD Haji Makassar bisa berkembang maju dan meningkatkan pelayanan untuk masyarakat,” tuturnya.
Sementara, Direktur UPT RSUD Haji Makassar, dr Evi Mustikawati Arifin, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen RSUD Haji Makassar untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kami menyadari bahwa masalah kesehatan, seperti katarak, masih menjadi salah satu tantangan serius bagi banyak masyarakat kita, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan akses ke pelayanan medis,” katanya.
Operasi katarak ini, tidak hanya bertujuan untuk mengembalikan penglihatan fisik, tetapi juga memberikan harapan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi para pasien.
Adapun rangkaian kegiatan bakti sosial dalam rangka HUT Sulsel ke-355, yaitu 5 Oktober 2024 telah dilakukan deteksi dini gangguan penglihatan pada anak. Sebanyak 14 anak telah dilakukan pemeriksaan kesehatan mata. (***)