search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Wali Kota Makassar Dampingi Titik Soeharto Tinjau Stok Beras Bulog

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 12 Agustus 2025 09:34
KUNJUNGAN. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin hadir langsung mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto bersama rombongan saat melakukan kunjungan kerja di Kompleks Pergudangan Panaikang, Perum Bulog Makassar, Senin (11/8/2025). foto: istimewa
KUNJUNGAN. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin hadir langsung mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto bersama rombongan saat melakukan kunjungan kerja di Kompleks Pergudangan Panaikang, Perum Bulog Makassar, Senin (11/8/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin hadir langsung mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto bersama rombongan saat melakukan kunjungan kerja di Kompleks Pergudangan Panaikang, Perum Bulog Makassar, Senin (11/8/2025).

Rombongan Komisi IV DPR RI yang berjumlah sepuluh anggota, dipimpin langsung, Titik Soharto, sapaan akrab Siti Hediati Soeharto, meninjau langsung gudang penyimpanan dan unit pengolahan beras Bulog.

Agenda ini bertujuan memastikan ketersediaan stok beras nasional, memeriksa proses pengemasan, dan mengevaluasi kualitas beras yang disimpan dalam jangka panjang.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menyampaikan, stok beras di Bulog Makassar dalam kondisi penuh, bahkan sampai memerlukan sewa gudang tambahan untuk penampungan.

“Kita masuk ke gudang-gudang Bulog, melihat langsung proses pengolahan beras untuk packaging. Kualitas beras yang sudah lama disimpan diperbaiki melalui proses pembersihan, sehingga tetap layak untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Menurutnya, unit pengolahan beras di Makassar memiliki kualitas kerja yang baik, meski kapasitasnya masih terbatas. Kapasitas pengemasan saat ini hanya sekitar 30 ton per hari.

“Jika ada program penyaluran beras SPHP dalam jumlah besar, prosesnya bisa memakan waktu lebih lama,” katanya.

Ia menjelaskan, proses pengolahan beras di unit tersebut meliputi pembersihan debu dan pemisahan butir beras yang patah atau rusak akibat penyimpanan jangka panjang.

“Beras yang kualitasnya kurang baik dikeluarkan terlebih dahulu, lalu dilakukan penyegaran. Setelah diproses, tingkat kerusakan bisa ditekan hingga hanya 15 persen,” ungkapnya.

Selain memeriksa stok dan proses pengolahan, rombongan juga mendapatkan informasi sebagian beras yang dikelola Bulog Makassar masih berasal dari impor, termasuk stok impor 2024.

“Menariknya, kualitasnya lebih baik dibandingkan stok impor tahun 2020,” ungkapnya.

Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi perhatian Komisi IV DPR RI terhadap ketahanan pangan daerah, khususnya di Kota Makassar.

“Kami menyambut baik upaya ini, karena ketersediaan pangan adalah hal yang sangat vital,” ujarnya.

“Pemerintah Kota akan terus bersinergi dengan Bulog dan pemerintah pusat untuk memastikan kebutuhan beras warga selalu terpenuhi,” tambah Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top