search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Bank Indonesia dan Pemprov Sulsel Sinergi Kendalikan Inflasi Pangan

Sekda Sulsel Pimpin HLM TPID Zona 3
doelbeckz - Pluz.id Rabu, 17 September 2025 09:00
HLM TPID. Sekda Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona 3 Sulsel yang mencakup Sidrap, Parepare, Pinrang, Barru, Pangkep, dan Enrekang di Kantor Bupati Sidrap, Selasa (16/9/2025). foto: istimewa
HLM TPID. Sekda Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona 3 Sulsel yang mencakup Sidrap, Parepare, Pinrang, Barru, Pangkep, dan Enrekang di Kantor Bupati Sidrap, Selasa (16/9/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, SIDRAP – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona 3 Sulsel yang mencakup Sidrap, Parepare, Pinrang, Barru, Pangkep, dan Enrekang di Kantor Bupati Sidrap, Selasa (16/9/2025).

Acara HLM yang dirangkaikan dengan Capacity Building TPID Sulsel ini, diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Sulsel bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang melibatkan dukungan dari kota penyangga pasokan pangan di sekitarnya.

Berdasarkan rilis BPS Agustus 2025, Sulsel mencatat inflasi bulanan sebesar 0,04 persen (month to month/mtm), terutama akibat harga beras yang masih tinggi. Inflasi tahun kalender pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencapai 5,12 persen (year to date/ytd), melampaui target indikatif 3,33 persen.

Jufri mengatakan, kondisi pangan di enam daerah tersebut relatif terjaga, namun beberapa komoditas masih defisit. Karena itu, ia menekankan perlunya penguatan distribusi untuk menjaga stabilitas harga.

“Pesan Ibu Wagub agar melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak dengan berfokus pada komoditas penyumbang inflasi, melaksanakan perluasan jenis komoditi pada program mandiri benih,” jelasnya.

Selain itu, Jufri mengimbau Dinas Ketahanan Pangan di kabupaten/kota untuk konsisten memperbarui data neraca pangan.

Ia juga mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) mengkaji pembentukan BUMD pangan sebagai off taker hasil panen petani, serta menyusun regulasi penguatan cadangan pangan daerah.

Dalam forum tersebut, TPID menyepakati langkah hulu-hilir. Di sektor hulu, pemerintah daerah diminta memperluas program listrik masuk sawah, penggunaan bibit unggul, hingga pompanisasi agar produksi padi bisa mencapai tiga kali panen per tahun. Sementara untuk sektor hilir, Bulog diminta memperbanyak penyaluran beras SPHP serta menambah pasokan minyak goreng ‘Minyak Kita’.

Sekda optimistis koordinasi lintas daerah mampu menekan lonjakan harga pangan sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat di Sulsel.

“Kita berharap agar arahan dan rekomendasi tersebut dapat ditindaklanjuti oleh seluruh pemerintah kabupaten untuk mewujudkan stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jufri Rahman.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Wahyu Purnama, menambahkan, komoditas utama penyumbang inflasi hingga Agustus adalah beras, ikan bolu, ikan layang, ikan cakalang, dan tomat.

Bank Indonesia (BI) merekomendasikan lima quick wins pengendalian inflasi, yakni:
1. Penyaluran beras SPHP masif lewat berbagai kanal distribusi
2. Pelaksanaan GPM fokus pada komoditas penyumbang inflasi
3. Perluasan gerakan tanam barito (bawang merah, rica, tomat)
4. Optimalisasi cold storage dengan peran BUMD
5. Pemanfaatan mesin D’Ozone untuk memperpanjang masa simpan hortikultura.

Ia menilai, strategi quick wins ini, akan membantu menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Langkah ini quick wins untuk menjaga pasokan, memperlancar distribusi, dan menekan tekanan harga, sehingga inflasi pangan dapat dikendalikan secara berkelanjutan,” ujar Wahyu.

Bank Indonesia juga mencatat, Sulsel sebagai daerah produsen pangan tidak hanya menjaga pasokan untuk wilayahnya, tetapi juga mampu memasok ke provinsi lain, termasuk Papua.

Wahyu menekankan pentingnya kolaborasi antar-TPID Zona 3 agar inflasi bisa ditekan secara konsisten.

“Sehingga kita optimis mampu mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Sulsel,” imbuhnya.

Selanjutnya, masing-masing kepala daerah/yang mewakili memaparkan langkah dan program dalam pengendalian inflasi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top