search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

HUT Makassar Ke-418, Wali Kota Beri Arahan dan Rekomendasi Khusus

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 22 Oktober 2025 09:00
PIMPIN RAPAT. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham dan Sekda Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda memimpin rapat rapat koordinasi memantapkan persiapan menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-418 di Balai Kota Makassar, Selasa (21/10/2025). foto: istimewa
PIMPIN RAPAT. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham dan Sekda Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda memimpin rapat rapat koordinasi memantapkan persiapan menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-418 di Balai Kota Makassar, Selasa (21/10/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus memantapkan persiapan menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-418.

Setelah sebelumnya menekankan kesan charity dan kesederhanaan, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kembali memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) lanjutan di Balai Kota Makassar, Selasa (21/10/2025).

Rakor tesebut membahas pemantapan rangkaian kegiatan mulai dari detail konsep kegiatan, teknis pelaksanaan, serta partisipasi lintas sektor dalam rangkaian perayaan tahunan yang jatuh di setiap 9 November ini.

Rakor tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, direktur perusda, serta pengurus DPD Asosiasi Backstagers Sulsel.

Dalam arahannya, Wali Kota Munafri kembali menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan HUT harus dirancang sebagai perayaan kebersamaan dan kepedulian sosial, bukan sekadar seremoni tahunan.

Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin, mendorong setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga kecamatan, agar menampilkan inisiatif nyata yang memberi manfaat bagi warga.

“Saya ingin ulang tahun kota ini kita rayakan dengan cara yang lebih bermakna, ada semangat berbagi, semangat peduli, dan semangat menjaga lingkungan. Semua OPD harus punya program dan berkontribusi,” tegasnya.

Appi menekankan, sejumlah revisi arah kegiatan yang akan menyemarakkan HUT kota.

Pertama, Ia menjelaskan, agar setiap SKPD menggelar kegiatan sosial di lingkup dan sesuai kapasitas masing-masing, seperti pemberian sembako, santunan bagi anak panti, hingga bantuan kepada keluarga kurang mampu.

Sementara, camat diminta fokus di wilayahnya sendiri agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

Salah satunya, Appi mewajibkan para camat menggelar pasar murah di setiap kecamatan, yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

“Tidak usah muluk-muluk. Lihat di sekitar kantor atau wilayah kerja masing-masing, siapa yang paling membutuhkan, itulah yang dibantu. Jangan dipaksakan besar, tapi pastikan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu, Appi meminta seluruh pegawai Pemkot Makassar untuk berpartisipasi di Jalan Sehat, 8 November 2025, yang diusungnya sebagai sebagai gerakan bersih. Dimana peserta diwajibkan membawa kantong sampah untuk memungut sampah di sepanjang rute jalan santai dan akan ditimbang di garis finish, peserta dengan hasil terbanyak akan mendapatkan hadiah.

“Kita mau kegiatan ini bukan hanya olahraga, tapi juga aksi nyata menjaga kota. Semua bawa kantong sampah, siapa yang paling banyak dikumpul, itu yang kita beri hadiah,” ucapnya sambil tersenyum.

Selain itu, di sepanjang rute jalan sehat akan disediakan barcode donasi digital (QR code). Masyarakat bisa men-tap barcode tersebut untuk berdonasi mulai dari Rp1.000 hingga Rp5.000. Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk kegiatan sosial Pemkot Makassar.

“Saya mau ini jadi gerakan bersama. Tidak ada paksaan, tapi semua yang ikut punya kontribusi, sekecil apa pun,” jelasnya.

Appi juga meminta panitia memastikan keterlibatan anak-anak panti asuhan, pelajar dari berbagai sekolah, pelaku UMKM lokal, hingga konten kreator pemuda lokal.

Ia pun menegaskan, keterlibatan pelajar tidak boleh membebani orang tua dan seluruh biaya kegiatan harus menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah.

“Saya tidak mau dengar ada orang tua yang merasa terbebani. Ini tanggung jawab sekolah dan pemerintah sebagai pelaksana acara, bukan orang tua,” tegasnya.

Produk UMKM lokal, terutama makanan dan minuman khas Makassar, akan diprioritaskan untuk mengisi kegiatan selama perayaan HUT Makassar.

Untuk menjaga tata krama penyelenggaraan, Appi meminta panitia agar lebih selektif dalam menampilkan pertunjukan budaya.

Ia menolak keras adanya penampilan yang menyalahi norma, seperti penari laki-laki berdandan menyerupai perempuan atau eksploitasi anak dalam tarian dan cara berpakaian yang tidak sesuai usia.

“Kita ingin acara yang tetap berbudaya dan beretika. Jangan glamor, tapi hilang nilainya. Ini Makassar yang punya karakter dan kearifan sendiri,” ujarnya.

Tenant yang diisi charity services hingga pendekatan pelayanan Pemkot Makassar dari seluruh dinas juga akan membanjiri lokasi perayaan HUT Makassar.

Pada puncak perayaan HUT Makassar pada 9 November mendatang, seluruh peserta upacara juga diwajibkan mengenakan pakaian adat daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Sulsel.

Appi turut mendorong agar para camat dan pejabat datang bersama pasangannya, sebagai bentuk keteladanan dan kebersamaan dalam keluarga besar Pemkot Makassar.

Sejumlah rekomendasi dan arahan tersebut menjadi panduan teknis seluruh jajaran Pemkot Makassar dalam menyambut HUT Makassar ke-418, yang bertajuk ‘Merajut Harmoni, Membangun Kebersaman’. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top