search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

MTQ Makassar 2025, Wali Kota: Jadi Panggung Pembentukan Akhlak Generasi Muda

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 21 November 2025 09:00
PEMBUKAAN. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi membuka ajang kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Kota Makassar 2025 di Gedung Lestari 45 Makassar, Kamis (20/11/2025). foto: istimewa
PEMBUKAAN. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi membuka ajang kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Kota Makassar 2025 di Gedung Lestari 45 Makassar, Kamis (20/11/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi membuka ajang kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kota Makassar 2025 di Gedung Lestari 45 Makassar, Kamis (20/11/2025).

Pembukaan ditandai dengan prosesi melengkapi kaligrafi di atas kanvas yang dilakukan Wali Kota Munafri.

MTQ XI Tingkat Kota Makassar ini, akan berlangsung hingga 23 November 2025 di MAN 3 Makassar dengan 17 cabang lomba, termasuk tilawah, tafsir tiga bahasa, fahmil, syahril Qur’an, hingga kaligrafi dan karya tulis ilmiah. Diikuti total 815 peserta dari 15 kecamatan.

Appi, sapaan akrab Munafri, menekankan, penyelenggaraan MTQ merupakan momentum strategis pembangunan karakter generasi muda.

Ia menyebut, MTQ sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Makassar.

Wali kota yang akrab disapa Appi ini, juga menyoroti perlunya perhatian lebih terhadap para qori, qariah, hafiz, dan hafizah.

Ia menyampaikan keprihatinannya mengenai ketimpangan hadiah yang diterima pemenang MTQ dibanding kompetisi lain.

Untuk itu, Ia meminta Ketua DPRD Kota Makassar yang turut hadir langsung di acara, untuk bersama-sama mempertimbangkan penambahan anggaran MTQ pada tahun berikutnya.

“Hadiah MTQ tidak boleh kalah dari kompetisi lain. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita dan pembinaan akhlak mereka. Kita harus menempatkan mereka pada posisi yang layak,” tegasnya.

Selain itu, Appi memaparkan langkah kebijakan pendidikan yang sedang dirancang Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama pihak terkait, termasuk Universitas Negeri Makassar (UNM).

Pemkot Makassar berencana merevisi kurikulum pendidikan dasar untuk memasukkan penguatan pendidikan agama, menambah jam membaca Al Qur’an, serta menegaskan pendidikan akhlak dan kearifan lokal dalam pembelajaran formal.

Ia juga menegaskan, rencana Pemkot Makassar mewajibkan pembelajaran terhadap penguasaan dua bahasa bagi peserta didik, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Arab bagi siswa muslim.

Appi menegaskan, kehilangan peluang ekonomi sering kali disebabkan keterbatasan penguasaan bahasa, sehingga penguasaan Bahasa Arab dianggapnya sebagai aset strategis bagi generasi Muslim Makassar.

“Kita tidak boleh lagi tertinggal dalam hal itu,” ujarnya.

Appi memberi pesan khusus kepada dewan hakim yang baru dikukuhkan untuk menjalankan tugas dengan objektivitas dan integritas.

Ia berharap, proses penjurian menjadi bagian dari pembinaan, sehingga pemenang tidak sekadar memperoleh gelar, tetapi juga mendapat peluang lanjutan untuk berprestasi hingga tingkat provinsi.

Terakhir, Ia menekankan, visi menjadikan Makassar sebagai ‘rumah’ bagi semua warganya. Sebuah kota yang toleran, inklusif, dan menjunjung tinggi moderasi beragama.

Ia menyerukan, agar perbedaan tidak memecah persahabatan dan bahwa pembangunan harus melibatkan semua lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

Munafri berharap MTQ XI menjadi titik tolak lahirnya generasi Qur’ani yang unggul akhlak dan kompetensi, serta mampu membawa nama baik Makassar pada tingkat provinsi dan nasional. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top