search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Aliyah Mustika Ilham Panen Raya di Lapas Kelas I Makassar

Dukung Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
doelbeckz - Pluz.id Kamis, 15 Januari 2026 21:15
PANEN RAYA. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri Panen Raya Ketahanan Pangan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Makassar, Kamis (15/1/2026). foto: istimewa
PANEN RAYA. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri Panen Raya Ketahanan Pangan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Makassar, Kamis (15/1/2026). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri Panen Raya Ketahanan Pangan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Makassar, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Pemasyarakatan yang diselenggarakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di seluruh Indonesia.

Panen raya serentak tersebut, dipimpin langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan diikuti secara serentak lapas dan rutan di berbagai daerah, termasuk Lapas Kelas I Makassar.

Kegiatan panen raya di Makassar turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar Jayadikusumah, jajaran pemerintah daerah, serta unsur pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulsel.

Di tingkat pemasyarakatan, kegiatan ini, diikuti Lapas Kelas I Makassar, Lapas Perempuan Makassar, Lapas Narkotika Sungguminasa, Lapas Maros, Lapas Anak Maros, serta Rutan Kelas I Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Aliyah mengapresiasi program ketahanan pangan yang dijalankan di lingkungan pemasyarakatan.

Menurutnya, program ini tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian dan peningkatan keterampilan warga binaan.

“Program ini sangat positif karena memberikan bekal keterampilan sekaligus menanamkan semangat produktif bagi warga binaan. Ini merupakan langkah nyata dalam proses pembinaan agar mereka siap kembali dan berdaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Para tamu undangan meninjau langsung hasil pertanian yang dikelola warga binaan, mulai dari hortikultura hingga berbagai komoditas pangan lainnya.

Program ini tidak hanya memenuhi sebagian kebutuhan internal lapas, tetapi juga menjadi media pelatihan keterampilan bagi warga binaan sebagai bekal reintegrasi sosial.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulsel, Rudy Sianturi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ketahanan pangan tersebut.

Ia menilai, kegiatan ini sebagai bukti bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat berjalan produktif serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat berjalan produktif dan memberikan manfaat sosial serta ekonomi. Harapannya, program ketahanan pangan ini terus diperkuat sebagai kontribusi nyata Pemasyarakatan terhadap ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Sementara, Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menegaskan, panen raya merupakan hasil dari pembinaan berbasis kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Panen raya ini menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan. Kami berharap program ini terus berlanjut dan semakin memberikan nilai tambah,” ungkapnya.

Secara nasional, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi melaporkan Panen Raya Serentak Kemenimipas periode Januari 2026 mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Hasil panen sektor pertanian dan perkebunan mencapai 99.930 kilogram, sektor peternakan 4.019 kilogram, serta sektor perikanan 19.608 kilogram.

Berdasarkan data Kemenimipas, hingga akhir Desember 2025, program ketahanan pangan di lapas dan rutan telah melibatkan 12.146 warga binaan dengan luas lahan garapan mencapai 4.424.101 meter persegi. Dari program tersebut, total premi yang diterima warga binaan tercatat lebih dari Rp905 juta.

Khusus di Sulsel, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mencatat produksi 2,6 ton bahan pangan dari sektor pertanian, 600 kilogram ikan lele dan nila dari sektor perikanan, serta 110 kilogram hasil peternakan ayam. Total hasil penjualan mencapai sekitar Rp35 juta yang akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatra.

Program ketahanan pangan ini, menjadi salah satu upaya Kemenimipas dalam menanamkan nilai kemandirian dan keterampilan praktis bagi warga binaan, sekaligus mendukung cita-cita swasembada pangan nasional sebagaimana dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Melalui kehadirannya, Aliyah menegaskan, komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top