search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Wakil Ketua MPR RI Apresiasi Taruna Ikrar Bawa BPOM Raih WLA dan Dukungan untuk UMKM

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 27 Februari 2026 23:45
KUNJUNGAN KERJA. Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyambangi Kantor Pusat BPOM di kawasan Percetakan Negara, Jakarta, Jumat (27/2/2026). foto: istimewa
KUNJUNGAN KERJA. Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyambangi Kantor Pusat BPOM di kawasan Percetakan Negara, Jakarta, Jumat (27/2/2026). foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyambangi Kantor Pusat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di kawasan Percetakan Negara, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Kunjungan diterima langsung Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas berbagai isu strategis kebangsaan di sektor obat, makanan, dan kosmetik.

Dalam pertemuan hangat dan konstruktif itu, keduanya berdiskusi mengenai penguatan pengawasan obat dan makanan, peningkatan kualitas produk nasional, serta strategi mendorong daya saing industri dalam negeri, khususnya sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Abcandra memberikan apresiasi atas langkah-langkah BPOM di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar yang dinilai semakin progresif mengantar go internasional atas pencapaian WHO-Listed Authority (WLA), terkhusus dalam mendukung UMKM agar naik kelas.

Ia menilai, kebijakan percepatan perizinan, pendampingan standar mutu, serta pembinaan berbasis risiko telah memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk tumbuh secara legal, aman, dan berdaya saing.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Dukungan regulasi yang adaptif dan pembinaan yang berkelanjutan dari BPOM menjadi kunci agar produk obat, makanan, dan kosmetik Indonesia tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga mampu menembus pasar global,” ujar Abcandra.

Sementara, Taruna Ikrar menegaskan komitmen BPOM untuk terus menghadirkan regulasi yang melindungi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, pengawasan yang kuat tidak boleh menjadi hambatan inovasi, melainkan harus menjadi fondasi kepercayaan publik dan daya saing industri.

BPOM terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk parlemen, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha.

Pendekatan kolaboratif ini, diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri obat dan makanan yang sehat, inovatif, serta berorientasi pada perlindungan konsumen.

Pertemuan tersebut menjadi simbol sinergi antara lembaga negara dalam memastikan kebijakan di bidang obat dan makanan berjalan selaras dengan agenda besar pembangunan nasional, sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top