search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Bulukumba Menuju Kabupaten Sangat Inovatif, 100 ASN Ikuti Coaching Clinic IGA 2026

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 12 Mei 2026 17:17
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melalui Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar kegiatan Coaching Clinic Penginputan Aplikasi Innovative Government Award (IGA) 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kahayya, Lantai 4 Gedung Pinisi ini, bertujuan untuk mempercepat pendokumentasian dan penginputan data inovasi daerah yang valid dan berkualitas guna meningkatkan Indeks Inovasi Daerah (IID).

Acara yang dipandu Kepala Bidang Riset dan InovasiDaerah, Anugrahwati Husain ini dihadiri 100 peserta yang terdiri dari perwakilan masing-masing dua orang dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan sepuluh kecamatan se-Kabupaten Bulukumba.

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Bonto Tiro, Andi Endang Darwis.

Di sela-sela paparan materi, suasana menjadi hangat saat terjadi diskusi interaktif antara narasumber, Rahman Ramlan, dengan sejumlah peserta dari kalangan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Dalam diskusi tersebut, terungkap momentum besar, yakni peluncuran inovasi Pinisi 24, sebuah gerakan yang menghimpun 101 inovasi aktualisasi dari para CPNS baru.

Rahman memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini.

Ia menekankan, 101 inovasi tersebut merupakan aset berharga yang nantinya akan direformasi dan dikembangkan menjadi inovasi unggulan Kabupaten Bulukumba.

“Semangat dari rekan-rekan CPNS ini, adalah energi baru bagi Bulukumba. Kita akan kawal agar aktualisasi diri ini bertransformasi menjadi inovasi yang berkelanjutan dan memberikan dampak luas bagi pelayanan publik,” ujarnya di hadapan peserta.

Sementara, Kepala Bapperida Bulukumba, A Irma Darmayanti, menekankan, inovasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan urat nadi pelayanan publik.

Ia mengungkapkan, kebanggaannya atas capaian 2026, di mana Bulukumba telah berhasil mendaftarkan 22 inovasi ke ajang internasional seperti Guangzhou Award dan OECD-OPSI.

“Ide yang brilian tidak akan terlihat jika tidak didukung oleh pendokumentasian yang baik. Kami berharap seluruh peserta untuk mengikuti pendampingan ini dengan serius agar skor Indeks Inovasi Daerah kita meningkat,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulukumba, Muh Ali Saleng, yang membuka acara, memberikan instruksi kepada seluruh perangkat daerah untuk memaksimalkan penggunaan Gedung Pinisi sebagai pusat kolaborasi tanpa sekat birokrasi.

Ia pun menargetkan skor indeks inovasi Bulukumba tahun ini dapat melonjak melewati angka 60,00.

“Tahun lalu kita berada di peringkat 90 kategori Kabupaten Inovatif. Tahun ini, dengan adanya tambahan energi inovasi dari berbagai lini, kita harus naik kelas menjadi ‘Sangat Inovatif’. Potensi kita besar, jangan lagi terhambat oleh ego sektoral,” ujar Sekda dalam arahannya.

Sebagai penutup rangkaian seremonial, Ketua TIM iCafe Hybrid Hub Ubayd, Mantsur, bersama empat orang anggota iCafe menyerahkan cendramata kepada Pemkab Bulukumba sebagai bentuk permohonan dukungan untuk mengikuti Kompetisi Inovasi Digital PIDI DIGDAYA – Hackaton 2026.

Hal ini sejalan dengan fokus utama daerah dalam membangun ekosistem kolaborasi dan hub digital melalui Innovation Cafe (iCafe).

Kegiatan coaching clinic ini, diharapkan menjadi titik balik bagi setiap instansi di Bulukumba untuk lebih lincah dan cerdas dalam melahirkan solusi bagi masyarakat melalui budaya inovasi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top