
PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melepas secara simbolis 196 anggota kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sulsel untuk mengikuti Pesparawi Tingkat Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat (Pabar), pada 18-28 Juni 2026.
Kontingen Sulsel dilepas langsung Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin (15/6/2026). Suasana pelepasan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta tampak saling menyemangati, bernyanyi, berfoto bersama, serta berbincang dengan pelatih dan official menjelang keberangkatan menuju Papua Barat.
Pesparawi Nasional XIV akan diikuti kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia dalam kompetisi seni paduan suara dan musik gerejawi tingkat nasional. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan tersebut juga dinilai sebagai ruang memperkuat persaudaraan, toleransi, dan harmoni kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Dalam sambutannya, Jufri Rahman membacakan pesan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Ia menyebut peserta yang diberangkatkan merupakan putra-putri terbaik Sulsel yang telah menjalani proses latihan dan pembinaan secara intensif.
Menurutnya, Sulsel memiliki tradisi dan rekam jejak yang cukup diperhitungkan dalam ajang Pesparawi tingkat nasional, termasuk pernah meraih gelar juara.
“Sulawesi Selatan memiliki tradisi dan rekam jejak yang selalu diperhitungkan di kancah nasional, dengan gelar juara yang pernah diraih sebelumnya. Beban dan semangat inilah yang harus memotivasi kita untuk kembali mengukir prestasi terbaik, sekaligus menjadi kesaksian iman yang indah,” ujarnya.
Ia menegaskan Pesparawi bukan sekadar perlombaan paduan suara gerejawi, tetapi juga bagian dari pembinaan mental, spiritual, dan etika kebangsaan.
“Ajang Pesparawi merupakan perwujudan nyata pembinaan mental, spiritual, dan etika umat Kristen yang bersendikan Pancasila dan UUD 1945. Lewat lantunan suara dan harmoni lagu-lagu rohani, saudara-saudara membawa pesan damai, toleransi, dan persaudaraan. Hendaknya menjadi landasan moral saudara dalam bertanding,” jelasnya.
Pemprov Sulsel menilai Pesparawi menjadi salah satu medium untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama melalui pendekatan seni dan budaya. Nilai kebersamaan dan toleransi dinilai penting untuk terus dirawat dalam kehidupan sosial masyarakat yang majemuk.
Pada kesempatan itu, Jufri juga meminta seluruh peserta dan official menjaga sportivitas, disiplin, serta nama baik Sulawesi Selatan selama mengikuti rangkaian perlombaan. Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, kekompakan, dan semangat kebersamaan selama berada di Papua Barat.
“Pemerintah dan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan senantiasa mendoakan langkah saudara sekalian. Pergilah dengan semangat juang yang tinggi, dan kembalilah dengan membawa prestasi yang membanggakan bumi Sulawesi Selatan,” katanya.
Sementara itu, Ketua LPPD Provinsi Sulawesi Selatan Pdt. Adrie O Massie mengatakan kontingen Sulsel yang diberangkatkan terdiri atas peserta lomba, official, pelatih, dan rombongan pendukung.
Menurut Adrie, kontingen Sulsel akan mengikuti 12 kategori lomba yang dipertandingkan pada Pesparawi Nasional XIV.
Ia menyebut sejumlah kategori yang selama ini menjadi andalan Sulsel antara lain Solo, Musik Gerejawi, dan Paduan Suara Campuran Dewasa yang konsisten meraih hasil membanggakan di tingkat nasional. (*)