search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Gandeng 450 Mubalig dan Imam Kelurahan, Sekda Makassar Perkuat Kolaborasi Tangani Stunting

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 02 Juli 2026 15:00
Andi Zulkifly Nanda. foto: istimewa
Andi Zulkifly Nanda. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menaruh harapan besar kepada para pemuka agama untuk menyukseskan program pembangunan daerah.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, saat menutup bimbingan dan pelatihan peningkatan kompetensi mubalig di Makassar Golden Hotel (MGH), Kamis (2/7/2026).

​Membuka sambutannya, Andi Zulkifly menyampaikan permohonan maaf sekaligus salam takzim dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang berhalangan hadir secara langsung, karena sedang mengawal agenda strategis Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan.

​”Pak Wali sebenarnya sangat ingin hadir di tengah-tengah para guru dan ulama kita hari ini. Namun, karena amanah menghadiri agenda APEKSI bersama para wali kota se-Indonesia di Medan, beliau menugaskan saya untuk mewakili sekaligus menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta,” ungkap Andi Zulkifly.

​Menurut Sekda, jalannya roda pemerintahan di tingkat arus bawah memerlukan peran aktif imam kelurahan dan mubalig sebagai pemimpin informal (informal leader) yang didengar dan dipercaya masyarakat.

Andi Zulkifly memaparkan bahwa visi besar mewujudkan Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa adanya akselerasi komunikasi yang menyentuh hati warga. Di sinilah peran penting mimbar dakwah untuk menyisipkan pesan edukasi program prioritas kota.

​”Kami memohon bantuan para mubalig dan imam untuk membantu mengedukasi warga melalui bahasa agama. Tolong bantu sampaikan program penanganan penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, pengelolaan kebersihan sampah, hingga menjaga ketenteraman umat,” harap Sekda Makassar.

​Pemkot Makassar juga berkomitmen secara berkelanjutan akan terus mengalokasikan anggaran daerah untuk mendukung peningkatan kapasitas serta kesejahteraan para tokoh agama di Kota Daeng.

​”Kolaborasi taktis antara camat, lurah, imam kelurahan, dan mubalig akan menjadi kunci utama percepatan kesejahteraan masyarakat menuju Makassar kota religius yang harmonis,” tambahnya.

​Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Makassar, Moh Syarief, melaporkan, pelatihan angkatan kedua ini diikuti secara intensif 450 peserta yang tersebar dari seluruh kelurahan di Makassar.

Selama tujuh hari penuh, para peserta dibagi ke dalam 10 kelas klaster dan dibimbing langsung oleh pakar dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam.

​”Materi diklat dirancang komprehensif mulai dari tahsin Al Qur’an, tafsir, hadis, fikih, akhlak, hingga teknik komunikasi massa (public speaking). Kami datangkan narasumber mumpuni agar kompetensi berdakwah mereka semakin tajam menjawab tantangan zaman,” urainya.

​Lebih jauh, mantan Lurah Maccini Sombala ini mengungkapkan visi jangka panjang Bagian Kesra untuk mencetak generasi imam kelurahan yang unggul dalam sains dan agama.

​”Target strategis jangka panjang pemerintah kota ke depan adalah membina dan mengawal seluruh imam kelurahan di Kota Makassar agar mampu menjadi penghafal Al Qur’an (hafiz) 30 juz secara bertahap melalui skema pembinaan berkesinambungan,” pungkas Syarief. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top