search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

7.092 Pelari Meriahkan Patonro Elite Run 2026 di Makassar

Semarak HUT TNI Ke-81
doelbeckz - Pluz.id Minggu, 20 September 2026 12:02
PELEPASAN. Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, saat melepas peserta Patonro Elite Run 2026 di panggung Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Minggu (20/9/2026) pagi. foto: istimewa
PELEPASAN. Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, saat melepas peserta Patonro Elite Run 2026 di panggung Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Minggu (20/9/2026) pagi. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Patonro Elite Run 2026 berlangsung meriah di Lapangan Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (20/9/2026) pagi.

“Kita sold out 7.092 runners,” kata Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko saat pelepasan peserta di panggung Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar.

“Dan menurut informasi perhelatan terbesar pesertanya dan terunik dengan gunakan Patonro,” imbuhnya.

Mayjen TNI Bangun Nawoko juga ikut berlari.

Ia mengenakan Patonro di kepala. Termasuk seluruh peserta menggunakan Patonro.

Patonro adalah penutup kepala tradisional khas suku di Sulsel, diantaranya Bugis dan Makassar, berbentuk lilitan kain.

Patonro mulai dikenakan pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-10, yaitu Raja I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng.
Pada zaman kerajaan, Patonro dipakai sebagai tanda status sosial bagi golongan bangsawan (anak daeng karaeng) dan tubarania (prajurit berani).

Pada zaman modern, Patonro sering dipakai dalam upacara adat, acara resmi, atau pelengkap pakaian tradisional Sulsel.

Makna Filosofis Patonro, yakni menjadi simbol keberanian, kebijaksanaan, kehormatan, dan kejayaan.
Ia mengaku terkesan dengan filosofi Patonro bagi bangsawan Bugis-Makassar.

Nilai-nilai ini yang coba ditanamkan kepada seluruh prajurit TNI di wilayah kerjanya.

“Ini dedikasikan untuk memuliakan budaya Bugis – Makassar, Patonro biasanya tegak lurus keatas itu menggambarkan loyalitas tegak lurus, kesetian, semangat pantang mundur, pemberani dan jiwa rela berkorban,” kata Mayjen TNI Bangun Nawoko.

“Mudah-mudahan kita bisa warisi nilai-nilai itu,” jelasnya.

Rangkaian HUT TNI Ke-81

Patonro Run menjadi rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81.

Tingginya animo peserta membuat Jalan Jenderal Sudirman menjadi lautan hijau merah.

Para pelari kategori 5 K maupun pelari di 10 K mengenakan baju bernuansa hijau.

Sementara, patonro warna merah melingkar di kepala.

Para pelari nampak begitu semangat, dibeberapa titik ada penari gandrang bulo yang berdiri menyemangati peserta.

Tabuhan gendang dan tarian dari anak-anak menyambut meriah para pelari.

Setelah lari, para peserta langsung ikut zumba bersama.

Mayjen TNI Bangun Nawoko turun berbaur bersama peserta senam zumba.

Pelari 10 k melintasi Jl Jend Sudirman, Jl Haji Bau, Jl Penghibur, Jl Nusantara, Jl Tentara Pelajar.

Lalu Jl Bandang, Jl Veteran Utara, Jl Gunung Latimojong, Jl Sungai Saddang hingga kembali ke Jl Sudirman.

Sementara, 5 k melintasi Jl Jend Sudirman, Jl Haji Bau, Jl Penghibur, Jl Ahmad Yani.

“Kalau Makassar suasananya aman damai, saya yakin kita bisa selenggarakan event besar seperti ini,” kata Mayjen Bangun Nawoko.

“Makassar kota kita, tempat bernaung kita, Maka kota kota mewujudkan mimpi. Maka kewajiban kita menjaga Makassar,” imbuhnya.

Mayjen TNI Bangun Nawoko memastikan event lari ini akan terus dilaksanakan menjadi ajang tahunan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top