search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pengobatan Gratis, Uji Nurdin Minta Kesadaran Warga Cek Penyakit TBC

doelbeckz - Pluz.id Senin, 03 Agustus 2026 15:49
TRACING TBC. Bupati Bantaeng M Fathul Fauzy Nurdin didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng Gunya Paramasukhaputri membuka Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bantaeng, yang digelar di Kantor Kelurahan Bonto Jaya, Kecamatan Bisappu, Kabupaten Bantaeng, Senin (3/8/2026). foto: istimewa
TRACING TBC. Bupati Bantaeng M Fathul Fauzy Nurdin didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng Gunya Paramasukhaputri membuka Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bantaeng, yang digelar di Kantor Kelurahan Bonto Jaya, Kecamatan Bisappu, Kabupaten Bantaeng, Senin (3/8/2026). foto: istimewa

PLUZ.ID, BANTAENG – Bupati Bantaeng M Fathul Fauzy Nurdin didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng Gunya Paramasukhaputri membuka Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bantaeng, yang digelar di Kantor Kelurahan Bonto Jaya, Kecamatan Bisappu, Kabupaten Bantaeng, Senin (3/8/2026).

Dalam sambutannya, kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin ini, meminta masyarakat agar penyakit Tuberkulosis (TBC) tidak boleh disembunyikan. Mengingat, penyakit TBC bisa mudah disembuhkan jika pasien mengikuti seluruh pengobatan.

“Penyakit TBC ini bukan aib. Karena sangat mudah disembuhkan kalau ikuti aturannya. Yakni minum obat selama 6 bulan tidak boleh stop. Jadi tdak boleh disembunyikan harus segera diperiksa demi tidak tertular orang sekitar dan keluarga kita,” katanya.

Kepala daerah termuda di Sulsel ini, menambahkan, pengobatan penyakit Tuberkulosis telah ditanggung seluruhnya oleh BPJS Kesehatan. Apalagi, pengobatan dan pencegahan penyakit TB merupakan program andalah Presiden RI Prabowo Subianto.

“Jadi ini memang program prioritasnya Bapak Presiden Prabowo. Jadi kita tidak usah khawatir dengan biayanya. Ini Gratis. Karena demi kesehatan kita dan keluarga sehingga penyakit TB ini harus kita sembuhkan di Bantaeng,” jelasnya

Sementara, Ketua Program Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi, Mirna, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu strategi percepatan eliminasi Tuberkulosis melalui penemuan kasus secara aktif, pelacakan kontak, dan skrining kesehatan masyarakat yang dlintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Pelaksanaannya berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026dengan melibatkan Tim Pelaksana Swakelola, Puskesmas, kader kesehatan, pemerintah
desa/kelurahan, serta lintas sektor terkait,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tujuan kegiatan ini diantara lain mempercepat pelaksanaan contact tracing pada pasien TBC, mengintegrasikan tracing TBC dengan layanan Cek Kesehatan Gratis, memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penemuan kasus TBC, mengoptimalkan peran kader dalam pendataan dan mobilisasi kontak, dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan Cek Kesehatan Gratis, sehingga meningkatkan deteksi dini sekaligus mengurangi stigma tematap Tuberulois.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap pada 13 wilayah kerja Puskesmas yang mencakup seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bantaeng, dimulai di UPT Puskesmas Bissappu pada tanggal 27Juli 2026 dan berakhir di UPT Puskesmas Baruga, 10 November 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan di 42 lokus dengan sasaran sekitar4.200 masyarakat, atau rata-rata 100 sasaran pada setiap lokus. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top