search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

HUT PDAM Makassar Ke-102, Munafri Arifuddin Serukan Direksi Perkuat Pelayanan Air Bersih

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 07 Agustus 2026 13:00
HUT PDAM. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri kegiatan peringatan HUT Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar ke-102 yang dirangkaikan dengan tausiah di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) PDAM Makassar, Kamis (6/8/2026). foto: istimewa
HUT PDAM. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri kegiatan peringatan HUT Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar ke-102 yang dirangkaikan dengan tausiah di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) PDAM Makassar, Kamis (6/8/2026). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta jajaran direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar menjadikan peningkatan kualitas pelayanan distribusi air bersih serta menjaga keuangan dan likuiditas perusahaan sebagai fokus utama dalam menjalankan roda perusahaan.

Penegasan itu disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar ke-102, yang dirangkaikan dengan tausiah di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) PDAM Makassar, Kamis (6/8/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota Appi mengapresiasi jajaran direksi, dewan pengawas, serta seluruh karyawan Perumda Air Minum Kota Makassar yang terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran direksi dan seluruh karyawan Perumda Air Minum Kota Makassar, yang pada hari ini hadir bersama-sama mengadakan kegiatan tausiah dalam rangka memperingati 102 tahun PDAM,” ujarnya.

Ia menegaskan, Perumda Air Minum Kota Makassar memiliki fungsi yang sangat strategis, karena bertanggung jawab memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih.

Menurutnya, terdapat tiga hal yang selalu ia tekankan kepada jajaran direksi, terutama Pelaksana Tugas (Ptl) Direktur Utama Perumda Air Minum, Andi Syahrum Makkuradde.

“Perumda Air Minum Kota Makassar ini, punya fungsi yang sangat sentral di Kota Makassar. Perusahaan ini hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar yang sangat vital, yaitu ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” katanya.

Appi mengingatkan, agar peningkatan kapasitas penyediaan air harus berjalan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk.

Jangan sampai kebutuhan masyarakat meningkat lebih cepat dibanding kemampuan perusahaan menyediakan air bersih.

Harapannya, ketersediaan air dibanding dengan rasio pertambahan penduduk harus bisa berjalan seiringan. Jangan sampai kebutuhan lebih tinggi daripada ketersediaan air.

“Kalau itu terjadi, maka akan muncul kekecewaan masyarakat. Padahal ini adalah kebutuhan dasar yang wajib disediakan pemerintah dan menjadi hak masyarakat,” imbuhnya.

Appi bahkan menyebut kegagalan memenuhi hak dasar masyarakat atas air bersih sebagai bentuk ketidakadilan pemerintah terhadap warga.

Politisi Golkar ini, juga menekankan jajaran Perumda Air Minum Kota Makassar untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini.

Menurutnya, penurunan debit air berpotensi memengaruhi pasokan air baku sehingga perusahaan harus memiliki perencanaan matang dalam menjaga kontinuitas pelayanan.

“Tahun ini musim kemaraunya akan sangat panjang. Ini akan memengaruhi debit air dan jalur-jalur sumber air yang selama ini dimanfaatkan,” tuturnya.

“Maka diperlukan perencanaan yang matang, fokus, dan konsentrasi yang kuat dari seluruh elemen yang ada,” sambung Ketua IKA FH Unhas itu.

Ia menekankan, pekerjaan di Perumda Air Minum Kota Makassar bukan sekadar memenuhi target operasional harian, tetapi juga memastikan keberlanjutan penyediaan air bersih bagi masa depan Kota Makassar.

Selain aspek pelayanan, Appi juga menyoroti pentingnya integritas seluruh pegawai di lingkungan Perumda Air Minum Kota Makassar.

Ia menyampaikan, tantangan internal maupun godaan dalam pengelolaan perusahaan harus dihadapi dengan menjadikan pekerjaan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya berharap tempat ini, menjadi pengabdian karena kita menghadirkan kebutuhan dasar masyarakat Kota Makassar,” harap politisi Golkar itu.

Appi menegaskan, dirinya tidak mencampuri urusan teknis operasional perusahaan. Namun, sebagai kepala daerah, ia akan menjalankan fungsi pengawasan apabila hasil kerja perusahaan tidak sesuai dengan target pelayanan yang diharapkan.

“Saya tidak pernah ikut campur secara detail, tetapi saya selalu memperhatikan hasilnya. Kalau hasil yang disampaikan kepada saya tidak sesuai harapan, maka saya akan masuk dalam fungsi pengawasan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Appi meminta seluruh direksi memiliki visi dan semangat yang sama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menekankan slogan ‘Segera’ yang digunakan Perumda Air Minum Kota Makassar agar benar-benar diwujudkan dalam pelayanan nyata.

Menurutnya, pelayanan harus cepat, tepat, dan dapat dibuktikan di lapangan.

“Saya mencoba mengecek langsung ketika disampaikan bahwa di suatu tempat sudah tersambung,” terangnya.

“Alhamdulillah, tingkat ketepatannya sudah sekitar 85 persen, walaupun belum semua rumah yang saya datangi benar-benar sudah terlayani,” lanjut Appi.

Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, berharap, momentum peringatan HUT ke-102, Perumda Air Minum Kota Makassar tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai spiritual dan integritas seluruh insan perusahaan.

Menurutnya, tausiah yang digelar dalam rangkaian peringatan hari jadi perusahaan memiliki makna penting untuk membangun karakter sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berakhlak dan memiliki tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas.

“Melalui tausiah ini, diharapkan nilai-nilai spiritual dapat menjadi kekuatan dalam membangun etos kerja yang amanah, profesional, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat,” ujar Wawali Aliyah.

Pada kesempatan ini, Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Malkuradde, memastikan peringatan HUT ke-102 perusahaan tahun ini digelar secara sederhana tanpa seremoni besar.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk empati di tengah kondisi musim kemarau yang berdampak pada penyediaan air bersih.

Menurutnya, manajemen memilih
mengisi peringatan HUT dengan kegiatan yang lebih menekankan penguatan spiritual dan kebersamaan pegawai.

“Tanpa seremonial karena kita tahu sekarang kita sedang dilanda kekeringan,” katanya.

“Saya sudah melaporkan kepada Bapak Wali Kota bahwa kita masih mampu bertahan dengan situasi ini. Karena itu kami lakukan kegiatan yang menyentuh keimanan pegawai, bagaimana seluruh pegawai bisa melaksanakan hak dan kewajibannya dengan baik,” tambah Andi Syahrum.

Ia menjelaskan, rangkaian peringatan HUT tahun ini difokuskan untuk internal perusahaan.

Salah satunya melalui zikir dan doa bersama yang dipimpin Ustaz Das’ad Latif sebagai upaya memperkuat nilai spiritual seluruh pegawai. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top