search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

AmertaSign Dapat HKI, FT Unismuh Langsung Dukung Penuh

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 11 September 2026 21:00
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pengembangan AmertaSign, aplikasi penerjemah bahasa isyarat dua arah berbasis kecerdasan buatan karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, mendapat sertifikat dari Kementerian Hukum, berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Raihan prestasi diukir Andi Syafiqah Ramadhani Nasrum, selaku ketua tim, dengan anggota Andi Akbar Arya Putra, Muh As’ad Habib, Tiara Nabila Rajab, dan Sri Hasriani, serta didampingi dosen Chyquitha Danuputri, langsung mendapat sokongan dari Fakultas Teknik (FT) Unismuh Makassar.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan tim PKM-KC AmertaSign mengembangkan inovasi teknologi asistif yang ditujukan untuk membantu komunikasi penyandang tunarungu.

Seperti diketahui, AmertaSign dikembangkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar melalui Program Kreativitas Mahasiswa skema Karsa Cipta (PKM-KC).

Dukungan Fakultas Teknik berada dalam lingkungan akademik yang dipimpin Dekan Muhammad Syafaat S Kuba bersama Wakil Dekan 1 Irnawaty Idrus, Wakil Dekan 2 Andi Makbul Syamsuri, dan Wakil Dekan 3 Soemitro Emin Praja.

Pada tingkat program studi, tim juga mendapat dukungan dari Ketua Program Studi Informatika, Rizki Yusliana Bakti.

Seperti yang diungkapkan, Andi Syafiqah Ramadhani, berbagai tahapan pengembangan dilakukan secara bertahap, mulai dari studi literatur, pengumpulan dan pengolahan dataset BISINDO, perancangan sistem, pembuatan prototipe, pelatihan model kecerdasan buatan, integrasi fitur, hingga uji coba kepada pengguna.

Dukungan akademik dan pendampingan turut membantu tim dalam melakukan pengujian dan evaluasi agar fungsi aplikasi dapat terus diperbaiki dan dioptimalkan.

Di mana, AmertaSign mengintegrasikan aplikasi mobile, backend berbasis Python dan FastAPI, basis data PostgreSQL, serta model kecerdasan buatan. Sistem pengenalan isyarat menggunakan MediaPipe Hand Landmarker untuk memperoleh titik-titik landmark tangan yang kemudian diproses menggunakan model yang dikembangkan tim.

Sekarang ini, tim PKM-KC AmertaSign Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan uji coba aplikasi di SLB Negeri 1 Makassar, Senin, 07 September 2026.

Kegiatan ini dilakukan untuk menguji penggunaan AmertaSign secara langsung di lingkungan pengguna, memperoleh respons terhadap kinerja aplikasi, sekaligus mengidentifikasi kendala yang masih perlu diperbaiki dalam tahap pengembangan.

Uji coba melibatkan seorang guru tunarungu, Rachmat Rasyid, serta dua siswa penyandang tunarungu, Gadiza Nurma Novianty dan Naufal sebagai pengguna.

Pada kegiatan tersebut, pengguna mencoba fitur penerjemahan gerakan tangan menjadi teks dan suara serta memberikan masukan mengenai kemudahan penggunaan dan pengembangan aplikasi.

Rachmat Rasyid menyampaikan respons positif terhadap manfaat yang ditawarkan AmertaSign.

Menurutnya, aplikasi tersebut dapat menjadi jembatan bagi masyarakat yang belum memahami bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan teman tuli atau tunarungu, serta diharapkan dapat membantu menciptakan komunikasi tanpa batas.

“Ini sangat membantu bagi teman-teman penyandang tunarungu,” katanya, Jumat (11/9/2026).

Sementara, dosen pembimbing Chyquitha Danuputri, mengatakan, melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, program studi, dan fakultas, tim AmertaSign terus melakukan penyempurnaan aplikasi.

Perolehan HKI dan dukungan penuh lingkungan akademik menjadi pijakan bagi tim untuk mengembangkan AmertaSign sebagai solusi teknologi asistif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi komunikasi yang lebih mudah, mandiri, dan inklusif bagi penyandang tunarungu.(***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top