search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Munafri Arifuddin: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Upacara Hari Santri Nasional 2026
doelbeckz - Pluz.id Jumat, 23 Oktober 2026 19:41
Munafri Arifuddin. foto: istimewa
Munafri Arifuddin. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Halaman Balai Kota Makassar, Jumat (23/10/2026).

Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kota Makassar tersebut, diikuti sekitar 1.000 santri dan santriyah gabungan dari 35 pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Kota Makassar.

Wali Kota Appi bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat seragam Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Ia menjelaskan, Hari Santri Nasional merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 telah membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan,” katanya.

Appi melanjutkan, Hari Santri Nasional 2026 bertajuk ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’.

Sejalan dengan itu, Ia mendorong santri agar turut mengambil peran dalam mewujudkan visi nasional melalui penguasaan ilmu pengetahuan yang diiringi dengan adab dan akhlak.

“Santri bisa menjadi apa saja, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, selama terus belajar, bersungguh-sungguh, dan mengabdikan ilmunya bagi kemajuan Indonesia,” tuturnya.

Appi menegaskan peran strategis pesantren dalam membangun karakter bangsa, memperkuat fungsi pendidikan dan dakwah, hingga pemberdayaan masyarakat agar mampu melahirkan generasi yang unggul dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Usai upacara, Appi juga secara khusus menegaskan, para santri dan santriwati di Kota Makassar adalah bagian penting yang tidak boleh terpisahkan dalam proses pembangunan nasional.

Sehingga, Ia menegaskan, agar pendidikan dari pesantren juga perlu membekali santri pengetahuan yang luas dan adaftif, yang diiringi dengan penguatan karakter dan pemahaman keagamaan.

“Di pesantren ini lagi-lagi kita berharap tidak hanya dalam proses pendidikan, peningkatan knowledge, pengetahuan, tapi juga bagaimana santri ini lengkap dengan pengetahuan dan pendidikan akhlak, keagamaan,” ujarnya.

Ia menggarisbawahi, bekal pendidikan tersebut penting agar santri mampu berkembang menjadi ilmuwan, pendidik, dan profesional yang memiliki kompetensi serta tetap berpegang pada nilai-nilai agama.

Appi menegaskan, komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk terus mendukung pengembangan pendidikan pesantren. Ia menguraikan dukungan tersebut telah dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai instansi keagamaan.

“Perhatiannya Pemkot Makassar tentu besar sekali. Melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, Baznas, dan Bagian Kesra Kota Makassar, banyak hal yang sudah dilakukan, mulai dari pemberian beasiswa hingga dukungan pembangunan sarana, prasarana, hingga infrastruktur pesantren,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top