search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

SPINAL Ke-6 IKA FK UMI, Munafri Arifuddin: Makassar Jadi Pusat Medical Tourism

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 31 Oktober 2026 13:33
PEMBUKANAAN. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri sekaligus membuka Silaturahmi dan Pertemuan Ilmiah Berkala Nasional (SPINAL) ke-6 IKA FK UMI di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (31/10/2026). foto: istimewa
PEMBUKANAAN. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri sekaligus membuka Silaturahmi dan Pertemuan Ilmiah Berkala Nasional (SPINAL) ke-6 IKA FK UMI di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (31/10/2026). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan penguatan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan organisasi profesi kesehatan untuk menjadikan Makassar.

Hal ini, sebagai pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism di Kawasan Indonesia Timur.

Hal itu disampaikan Wali Kota Appi saat menghadiri Silaturahmi dan Pertemuan Ilmiah Berkala Nasional (SPINAL) ke-6 Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (IKA FK UMI) di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (31/10/2026).

“Kota Makassar memiliki modal besar untuk mewujudkan cita-cita ini. Mulai dari keberadaan rumah sakit, infrastruktur kesehatan, hingga Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga medis yang dinilai cukup memadai,” ujarnya.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan agar masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia Timur tidak lagi harus berobat ke luar daerah, bahkan ke luar negeri, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas.

Oleh sebab itu, Appi menyarankan agar pelayanan kesehatan yang optimal merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kualitas hidup dan keberlangsungan masyarakat.

Ia menyebutkan, pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya dengan menghadirkan fasilitas, tetapi harus ditunjang tenaga medis profesional, berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Lanjutnya, Kota Makassar memiliki peluang besar menjadi pusat rujukan kesehatan di kawasan timur Indonesia.

Terlebih, sebagai ibu kota Provinsi Sulsel sekaligus kota terbesar di kawasan ini, Makassar telah memiliki berbagai fasilitas dan tenaga kesehatan yang dapat terus dikembangkan.

“Rumah sakit, infrastruktur kesehatan hampir lengkap di kota ini. Tenaga-tenaga kesehatan, dokter dan supporting-nya juga banyak sekali,” katanya.

Appi menekankan, perkembangan teknologi kedokteran membuka peluang besar bagi Makassar untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih modern, akurat, dan personal.

Ia mencontohkan pendekatan kedokteran presisi yang tidak hanya berfokus pada pengobatan gejala penyakit, tetapi juga mengidentifikasi penyebab dan kondisi mendasar yang dialami pasien.

Bahkan, ia berharap, Makassar ke depan mampu mengembangkan ekosistem kesehatan, seperti Mayo Clinic di Amerika Serikat, yang menjadi salah satu contoh pusat layanan medis dengan dukungan dokter spesialis dan pendekatan penanganan pasien secara komprehensif.

“Kota Makassar ini punya peluang yang sama untuk bisa besar. Kita tidak hanya ingin menghadirkan infrastruktur kesehatan, tetapi juga membangun yang namanya medical tourism,” tuturnya.

“Orang datang ke Makassar bukan hanya untuk berkunjung, tetapi juga mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik,” sambung orang nomor satu Kota Makassar ini.

Di sisi lain, Appi mengakui, masih terdapat sejumlah persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari tingginya kasus HIV dan Tuberkulosis (TB), hingga keterbatasan jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia menyebut, dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, Makassar masih membutuhkan penguatan infrastruktur kesehatan yang lebih merata dan terencana.

Salah satu perhatian pemerintah kota adalah pengembangan fasilitas rumah sakit milik daerah agar mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat.

Appi menegaskan, pembangunan sektor kesehatan merupakan investasi kemanusiaan yang tidak boleh berjalan setengah-setengah.

“Sehingga, kami di Pemerintah Kota Makassar secara bertahap terus berupaya membenahi berbagai persoalan ini,” jelas Wali Kota.

Oleh karena itu, ia berharap, Fakultas Kedokteran UMI beserta seluruh alumninya dapat mengambil peran lebih besar melalui kontribusi pemikiran, keahlian, serta rekomendasi strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan di Makassar.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi serta profesi medis menjadi kunci untuk membangun sistem pelayanan kesehatan yang unggul dan berkelanjutan.

“Harapan saya kepada para alumni Fakultas Kedokteran UMI, ayo kita bersama-sama dengan pemerintah. Banyak hal yang bisa kita lakukan dan banyak orang yang menanti kita dalam rangka membangun kesehatan di kota ini,” ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Appi berharap, pertemuan ilmiah tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaralumni.

Tetapi, juga ruang pertukaran pengetahuan, penguatan jejaring profesi, serta perumusan solusi konkret terhadap berbagai tantangan kesehatan masyarakat.

“Pemerintah Kota Makassar selalu membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi seluruh jajaran rumpun kesehatan UMI untuk bersama-sama membangun ekosistem kesehatan perkotaan yang unggul dan inklusif,” pungkasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top