search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tolak RUU Cipta Kerja, Elit-elit Buruh Dinilai Tidak Memikirkan Kepentingan Pengangguran

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 15 Juli 2020 19:45
Muhammad Handry Imansyah. foto: screenshot
Muhammad Handry Imansyah. foto: screenshot

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pengamat Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat, Prof Muhammad Handry Imansyah, menilai, elit-elit buruh yang menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja hanya mementingkan kepentingan buruh yang sudah bekerja dan tidak memikirkan kepentingan pengangguran.

“Elit pimpinan-pimpinan buruh ini mewakili kepentingan buruh yang sudah bekerja, tidak memikirkan kepentingan buruh yang akan masuk ke pasar kerja (pengangguran),” ujar Handry dalam acara diskusi media, Rabu (15/7/2020).

Guru Besar Ekonomi Bisnis Universitas Lambung Mangkurat ini, mengatakan, tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang banyak bagi pengangguran disebabkan adanya tuntutan upah yang terlalu tinggi.

Kemudian, kata Handry, hal ini diperparah dengan rendahnya tingkat produktivitas dari buruh Indonesia.

“Dari RUU Cipta Kerja ini kan diharapkan bisa menciptakan keseimbangan,” katanya.

DISKUSI MEDIA. Suasana diskusi media secara online membahas RUU Cipta Kerja, Rabu (15/7/2020). foto: screenshot

Terkait penolakan RUU Cipta Kerja, Handry mengatakan, buruh-buruh di tingkat grassroot belum tentu memiliki sikap yang sama dengan para elit pimpinan buruh.

Menurutnya, buruh di level grassroot belum tentu memiliki kepahaman yang utuh terhadap isi dari RUU Cipta Kerja.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top