“Yang kami sampaikan kepada pemerintah dalam hal ini Ibu Bupati adalah pertama bagaimana menyiapkan hunian sementara bagi masyarakat yang rumahnya roboh atau hanyut disapu banjir bandang, kedua pembagunan sodetan untuk menghindari banjir susulan, ketiga mengidentifikasi lokasi penampungan material endapan banjir, sehingga bisa dipusatkan lokasinya, dan keempat memulihkan sarana dan prasarana umum termasuk listrik dan air bersih,” ungkapnya.
“Yang kami bisa sumbangkan adalah pemikiran langkah-langkah penanganan bencana dan mitigasi,” tambahnya.
Banjir bandang sendiri telah menerjang enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Senin (13/7/2020) lalu.
Total korban mencapai 1.592 orang, korban selamat ada 1.543 orang, 38 orang ditemukan meninggal dunia, dan dalam pencarian sebanyak 11 orang.
Bencana banjir bandang ini, juga menyebabkan beberapa rumah yang warga terkena hilang terbawa arus dan ada juga yang mengalami kerusakan yang tak bisa dihuni lagi. (***)