search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

IDI Makassar Gagas MCK di Lokasi Pengungsian Banjir Bandang Luwu Utara

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 21 Juli 2020 22:17
IDI PEDULI. Tim Relawan IDI Kota Makassar yang turun langsung menyakurkan bantuan dan mendukung pemulihan kondisi Kabupaten Luwu Utara yang diterpa bencana banjir bandang, Senin (13/7/2020) lalu. foto: istimewa
IDI PEDULI. Tim Relawan IDI Kota Makassar yang turun langsung menyakurkan bantuan dan mendukung pemulihan kondisi Kabupaten Luwu Utara yang diterpa bencana banjir bandang, Senin (13/7/2020) lalu. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar bersama seluruh relawan terus berburu dengan waktu memulihkan kondisi Kabupaten Luwu Utara yang diterpa bencana banjir bandang, Senin (13/7/2020) lalu.

Selain selain menyalurkan bantuan yang sudah beberapa kali disalurkan. Kali ini, IDI Makassar menggasas pembuatan sarana Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK), khususnya di lokasi pengungsian.

Koordinator Relawan IDI Makassar Dr Sulfikar Andi Goesli MM AAK didampingi DR Dr Muh Irwan Gunawan SpB (Onk), Selasa (21/6/2020), mengatakan, kondisi pengungsian sangat membutuhkan adanya sarana MCK.

“Berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan IDI Makassar selama sepekan di Masamba (Luwu Utara), kondisi di pengungsian sangat minim sarana MCK. Untuk itu, IDI Makassar bersama relawan lainnya menggagas pembuatan MCK di daerah pengungsi. Tujuan bantuan ini untuk mempermudah aktivitas dan menjaga kesehatan masyarakat sekitar,” beber Dokter Sulfikar.

Sementara, Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin SH, menambahkan, IDI Makassar sudah menyalurkan bantuan sudah tahap III.

Bantuan tersebut berupa obat-obatan, 100 pasang sepatu both, 200 set Alat Pelindung Diri (APD), hand sanitizer, 100 pasang baju bayi, 200 paket sembako, 100 pampers, 100 dos mie instan,100 selimut, dan 100 box masker surgical serta uang tunai sebesar Rp25 juta.

“Semoga bantuan tahap IV dan seterusnya akan IDI Makassar salurkan dan semoga bantuan ini bermanfaat buat relawan, warga, dokter, dan tenaga kesehatan yang ada di medan bencana,” ujar Dokter Yudi.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top