PLUZ.ID, MAKASSAR – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) X Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sulsel resmi ditunda. Kini, kelanjutannya menunggu petunjuk dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Golkar.
“Kita sudah menyurat ke DPP Golkar, minta arahan dan petunjuk atas penundaan ini. Kita sisa menunggu petunjuk lanjutan dari DPP. Salah satu poinnya adalah kita minta pelaksanaan Musda Golkar Sulsel ini, dipindakan ke Jakarta. Itu kami yang minta karena ada deadline 31 Juli 2020,” terang HA Nurdin Halid, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ketika memberikan keterangan kepada media perihal penundaan Musda Golkar Sulsel di Kantor Golkar Sulsel Jl Bontolempangan, Kota Makassar, Jumat (24/7/2020).
Nurdin Halid mengakui, usulan itu dilakukan, karena musda ini tetap harus dilakukan. Sebab DPP Partai Golkar memberikan batas waktu pelaksanaan Musda X Golkar Sulsel hingga 31 Juli 2020 mendatang.
Terkait kepastian diterimanya permintaan Golkar Sulsel, Nurdin Halid mengakui, hal itu sepenuhnya diserahkan kepada DPP dan sepenuhnya menjadi kebijakan DPP.
“Apapun kebijakan DPP tentang waktu dan tempat, maka panitia akan melaksanakan dengan baik,” katanya.
Nurdin menyebutkan, apabila nantinya musda jadi digelar di Jakarta, maka jumlah peserta yang ikut harus dibatasi. Diperkirakan hanya kurang lebih 100 orang.
“Kalau dilaksanakan di Jakarta harus tetap dibatasi. Tidak semua harus ke sana. Kalau di Sekretariat DPP bisa menampung 100 orang. Itu mencontoh Musda Golkar Bangka Belitung yang juga dilaksanakan di sekretariat. Bisa juga di hotel dengan mengacu protokol kesehatan. Namun, apapun itu, waktu dan tempat pelaksanaan kita serahkan ke DPP,” terang mantan Ketua Golkar Sulsel ini.