search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Miliki Uang Rp75.000 Edisi HUT Kemerdekaan RI Ke-75

Diresmikan Pemerintah dan Bank Indonesia
doelbeckz - Pluz.id Selasa, 18 Agustus 2020 19:19
TUKAR UANG. Seorang warga memerlihatkan uang Rupiah baru berbentuk uang kertas pecahan Rp75.000 usai melakukan penukaran di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel di Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Selasa (18/8/2020). foto: doelbeckz/pluz.id
TUKAR UANG. Seorang warga memerlihatkan uang Rupiah baru berbentuk uang kertas pecahan Rp75.000 usai melakukan penukaran di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel di Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Selasa (18/8/2020). foto: doelbeckz/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) sudah dapat memiliki uang Rupiah baru berbentuk uang kertas pecahan Rp75.000.

Penukaran uang dapat dilakukan di seluruh Kantor Bank Indonesia mulai 18 Agustus 2020.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel di Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar sendiri juga sudah mulai melayani penukaran uang Rp75.000 ini, Selasa (18/8/2020). Nampak masyarakat mulai ramai datang ingin menukarkan uang.

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sendiri telah meresmikan pengeluaran dan pengedaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) berbentuk uang kertas pecahan Rp75.000 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-75 di Jakarta, Senin (17/8/2020).

UANG BARU. Pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel memperlihatkan sejumlah uang Rupiah baru berbentuk uang kertas pecahan Rp75.000 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel di Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Selasa (18/8/2020). foto: doelbeckz/pluz.id

Pengeluaran dan pengedaran UPK 75 Tahun RI merupakan wujud rasa syukur atas anugerah kemerdekaan dan pencapaian hasil pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan Indonesia. Peresmian tersebut menandai mulai berlakunya uang Rupiah kertas pecahan Rp75.000 sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender), yang sekaligus merupakan Uang Peringatan (commemorative notes), di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam peresmian tersebut, Pemerintah dalam hal ini, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan, peluncuran UPK 75 Tahun RI tersebut bukan sebagai tambahan likuiditas untuk kebutuhan pembiayaan atau pelaksanaan kegiatan ekonomi, namun dalam rangka memperingati peristiwa atau tujuan khusus, yaitu peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 tahun.

“Selain sebagai wujud syukur, pengeluaran dan pengedaran UPK 75 Tahun RI juga sekaligus simbol kebangkitan dan optimisme dalam menghadapi tantangan termasuk dampak pandemi Covid-19 guna melanjutkan pembangunan bangsa menyongsong masa depan Indonesia Maju. Oleh karena itu makna filosofis yang tertuang dalam UPK 75 Tahun RI tersebut adalah mensyukuri kemerdekaan 75 tahun Republik Indonesia, memperteguh kebinekaan, dan menyongsong masa depan Indonesia yang gemilang,” jelasnya.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top