Saat ini berdasarkan data Satgas Penanggulangan Covid-19 nasional, Kota Makassar masih ditetapkan sebagai zona merah.
Untuk mengendalikan penyebaran virus corona di Makassar, Appi menjanjikan jika terpilih sebagai Wali Kota Makassar akan meningkatkan frekuensi Swab test dari 1.200 test menjadi 6.000 tes per hari dan meningkatkan jumlah laboratorium dari enam menjadi 15 laboratorium di seluruh kota.
Termasuk mendorong peningkatan kapasitas personil dan peralatan agar kapasitas dan kecepatannya meningkat untuk menjadikan Makassar sebagai kota tertinggi rasio tes Covid-nya di seluruh Indonesia.
“Kita juga akan meningkatkan jumlah pasukan contact tracers yang dengan cepat melakukan pelacakan sebaran Covid-19 baru hingga rasio 30 tenaga kesehatan per 100.000 penduduk,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut Appi menawarkan stimulus keuangan daerah dalam kerangka pemulihan ekonomi. Pemotongan bahkan penghapusan aneka retribusi dan pajak daerah, antara lain PBB, pajak reklame untuk UMKM, penurunan BPHTB agar sektor properti yang padat karya tetap menggeliat.
Appi juga akan menjadikan setiap RT/RW sebagai basis produksi bagi UMKM serta beragam program untuk masyarakat pesisir dan kepulauan.
Visi yang ditawarkan Appi dalam orasinya adalah Makassar Bangkit untuk menuju kota sejahtera, berkeadilan, berbudaya, dan berkelanjutan yang disebutnya Appakabaji.
Di akhir orasi politiknya, Appi memastikan pasangan Appi-Rahman siap menjadi panglima terdepan untuk memangkas penyebaran Covid-19 dan untuk melakukan pemulihan ekonomi di Kota Makassar. (***)