Acara berlanjut dengan tukar kado yang sudah disiapkan sebelumnya. Karaoke secara giliran menjadi penghangat ditengah dinginnya malam kota bunga yang terasa hingga ketulang.
Keseruan berlanjut di pagi hari selepas sarapan. Lomba joget antar anak-anak menjadi pembuka, Andi Danendra yang masih berusia tujuh tahun berhasil mengungguli kakak-kakaknya di lomba joget Tiktok.
Tak ketinggalan ibu-ibu lebih heboh di lomba joget gemufamire. Para bapak-bapak berhasil membuat seluruh peserta gathering terpingkal pingkal dengan lomba joget kursinya.
Acara dilanjutkan dengan mendengarkan silsilah singkat Petta Boesat dari penasehat keluarga, yaitu H Andi Bambang Baoesat (Petta Bamba) dan Hj Andi Monno Baoesat (Petta Monno).
Selain itu, Petta Bamba juga meneruskan pesan dari leluhur, bahwa untuk tetap menjaga kelestarian keluarga ini salah satunya dengan menyematkan nama BAOESAT kepada anak cucu kita.
Gathering ditutup dengan pembagian souvenir kepada perwakilan setiap keluarga yang hadir berupa jam bergambar Petta Baoesat sebagai lambang pemersatu keluarga dan diakhiri dengan pembacaan doa dipimpin salah satu cucu menantu almarhum dan sekaligus menjelaskan pentingnya tetap menjaga silaturahmi keluarga besar termasuk dengan acara seperti ini, selain melalui arisan rutin yang sudah dilakukan setiap bulan.
“Insya Allah, gathering kita selanjutnya di Tanjung Bira tahun depan,” ujar Andi Mahawira SE, Ketua Panitia.
Seluruh acara berlangsung dengan sesuai protokol kesehatan secara ketat (menggunakan masker, persiapan hand sanitizer hingga penyemprotan villa). (***)
Laporan: Rahmat ‘Otonk’