search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

SMSI Serukan Perangi Hoaks untuk Jaga Kondusivitas Nasional

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 08 Oktober 2020 09:00
Logo SMSI. foto: istimewa
Logo SMSI. foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, menyesalkan berbagai kalangan untuk mencapai tujuan menghalalkan berbagai cara, termasuk menggunakan influenser dan buzzer, sehingga untuk masa tertentu masyarakat akan terus terbelah.

Hal itu juga memunculnya banyak informasi yang salah di masyarakat. Hingga sebelum dan pasca Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja disahkan menjadi Undang-Undang (UU), Senin (5/10/2020), pro kontra semakin menajam.

Firdaus mengatakan, pembelokan informasi paling masif terjadi pada klaster ketenagakerjaan yang disinyalir motifnya beragam. Padahal, semangat dari UU Cipta Kerja adalah memberikan perlindungan secara komprehensif terhadap pekerja.

”Media menyajikan kritik konstruktif itu sebuah kewajaran. Tujuannya sebagai penyeimbang. Karena pers bagian dari pilar demokrasi bangsa. Namun melihat realitas di lapangan, khususnya di seluruh tanah air, muncul disinformasi. Tanpa check and balance. Saya mendapatkan informasi itu lewat pesan yang sampai ke saya secara langsung,” terangnya.

Firdaus menjelaskan, di tengah pandemi ini, SMSI berharap seluruh pengurus dan anggota SMSI di penjuru nusantara agar dapat mengkonsolidasikan informasi yang didapat.

”Khususnya kepada karyawan, jurnalis di lapangan. Untuk meluruskan informasi yang didapat. Ini sebagai upaya mendukung dan menciptakan kondusifitas,” tuturnya.

SMSI pun berharap, kepada seluruh anggota dan pengurus tetap dalam satu alur hirarki. ”Jaga sikap kita, berada pada jalur yang benar. Dan tidak mengambil kebijakan sendiri-sendiri yang akan membuat semakin lemahnya citra dan tatanan dalam berbangsa dan negara,” papar Firdaus yang dipertegas dalam keterangan resminya, Kamis (8/10/2020).

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top