“Peduli, ada dulu bantuan yang pernah diberikan, jadi sudah tidak ragu saya,” ucapnya.
Di lokasi berbeda, Abdul Rasyid, Ketua Kelompok Tani Superio Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang, berterima kasih kepada satu-satunya calon bupati perempuan ini.
Dia dan petani di sana, tidak menyangka bahwa sosok Anir yang berjuang di DPRD Sulsel untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani ketika awal pandemi Covid-19.
“Petani di sini masalah utamanya pupuk. Tidak tahu kenapa itu langka. Kalau tidak langka, soal harga juga melambung. Ada juga, pupuk itu ada tersedia, tapi entah alasan bagaimanapun tidak bisa keluar,” curhat Rasyid di hadapan Anir saat sela-sela kunjungan ke Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang, sore tadi.
Dirinya dan petani setempat pun menghaturkan terima kasih atas bantuan di desanya tersebut.
Saat menjabat legislator DPRD Sulsel, politisi Gerindra ini, memang turun langsung menyerap dan mengobservasi aspirasi masyarakat.
“Saya memang langsung turun ke lapangan waktu itu untuk tahu apa yang menjadi problem masyarakat di sini. Karena memang waktu itu kami bentuk Anir Peduli sehingga permasalahan di lapangan dengan cepat dideteksi termasuk soal pupuk. Karena saya tahu kesulitan petani maka saya prioritas kan untuk perjuangkan,” ujarnya.
Karena kecintaan terhadap Pangkep dan dengan rasa peduli untuk berbuat lebih banyak, dirinya memutuskan untuk mundur sebagai legislator Sulsel.
“Kalau saya menjadi kepala daerah itu akan lebih mudah menyejahterakan masyarakat dibanding di DPRD. Saya harap kita dukung ka dan mari ki sama-sama membangun Pangkep serta kita buat sejarah bahwa seorang perempuan bisa memimpin Pangkep,” harapnya.
Di sela-sela sambutan, Anir membalas sambutan warga dengan senyum dan sangat merasa diterima di tengah-tengah masyarakat.
“Saya berterima kasih, Alhamdulilah saya disambut meriah di sini. Insy Allah, jangan ki lupa doakan saya di sujud salat ta, dukung nomor 4 tanggal 9 Desember nanti,” jelasnya. (***)