search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

3M dan 3T untuk Putus Penularan Covid-19

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 14 November 2020 11:00
DIALOG. Penasihat Menkomarinvest Monica Nirmala bersama Managing Director IPSOS Indonesia Soeprapto Tan menjadi pembicara dalam Dialog Produktif bertema Optimisme Masyarakat Terhadap 3T (Tracing, Testing, Treatment) di Jakarta, Kamis (12/11/2020) lalu. foto: istimewa
DIALOG. Penasihat Menkomarinvest Monica Nirmala bersama Managing Director IPSOS Indonesia Soeprapto Tan menjadi pembicara dalam Dialog Produktif bertema Optimisme Masyarakat Terhadap 3T (Tracing, Testing, Treatment) di Jakarta, Kamis (12/11/2020) lalu. foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Penerapan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) sama pentingnya dengan penerapan perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar.

Penasihat Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menkomarinvest), Monica Nirmala, mengatakan, 3M banyak membicarakan tentang peran kita sebagai individu. Sementara, 3T berbicara tentang bagaimana memberikan notifikasi atau pemberitahuan pada orang di sekitar kita untuk waspada.

“Jadi memang ada satu proses yang tidak hanya melibatkan individu tapi juga orang yang lebih banyak”, katanya dalam Dialog Produktif bertema Optimisme Masyarakat terhadap 3T (Tracing, Testing, Treatment) yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (12/11/2020).

3T terdiri dari tiga kata, yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Monica mengungkapkan pemeriksaan dini menjadi penting agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat. Tak hanya itu, dengan mengetahui lebih cepat, kita bisa menghindari potensi penularan ke orang lain.

Lalu, pelacakan dilakukan pada kontak-kontak terdekat pasien positif Covid-19. Setelah diidentifikasi oleh petugas kesehatan, kontak erat pasien harus melakukan isolasi atau mendapatkan perawatan lebih lanjut. “Seandainya ketika dilacak si kontak erat menunjukkan gejala, maka perlu dilakukan tes, kembali ke praktik pertama (testing),” kata Monica dikutip melalui siaran pers di situs Covid-19 Indonesia, Sabtu (14/11/2020).

Kemudian, perawatan akan dilakukan apabila seseorang positif Covid-19. Jika ditemukan tidak ada gejala, maka orang tersebut harus melakukan isolasi mandiri di fasilitas yang sudah ditunjuk pemerintah. Sebaliknya, jika orang tersebut menunjukkan gejala, maka para petugas kesehatan akan memberikan perawatan di rumah sakit yang sudah ditunjuk pemerintah.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top