search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Vaksin Melindungi Masa Depan Generasi Muda Indonesia

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 18 November 2020 10:00
DIALOG. Penasihat Field Epidemiology Training Program (FETP), dr I Nyoman Kandun MPH, menjadi pembicara dalam dialog bertema Belajar dari Sukses Vaksin Polio di Jakarta, Selasa (17/11/2020). foto: istimewa
DIALOG. Penasihat Field Epidemiology Training Program (FETP), dr I Nyoman Kandun MPH, menjadi pembicara dalam dialog bertema Belajar dari Sukses Vaksin Polio di Jakarta, Selasa (17/11/2020). foto: istimewa

Pemerintah kemudian menetapkannya sebagai KLB dan kembali menjalankan PIN. Hasilnya, polio kembali sukses diberantas pada 2006. Kemudian pada 2014, label bebas polio diberikan WHO kepada Indonesia.

“Sampai saat ini tidak ditemukan lagi penderita polio yang disebabkan virus polio liar. Jadi apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus? Cakupan imunisasi harus setinggi-tingginya, bila perlu 100 persen”, terang dr Nyoman.

dr Jane Soepardi, Konsultan Imunisasi dan Pengawasan untuk Lembaga Pencegahan dan Pengendalian Penyakit CDC Atlanta Kantor Indonesia, menyatakan, imunisasi melalui vaksin, terbukti sebagai pendekatan kesehatan masyarakat yang paling efektif. Dengan kata lain telah terbukti juga bahwa tanpa vaksin dan program imunisasi manusia tidak bisa menang perang melawan virus.

Kunci sukses untuk membebaskan Indonesia dari polio, menurut Jane, adalah dukungan dari jajaran pemerintah yang memiliki keinginan kuat untuk menghapus virus ini dari Indonesia. Selain itu dukungan sumber daya tenaga kesehatan dan logistik yang cukup juga membantu Indonesia terbebas polio.

“Tidak kalah penting, Komunikasi dengan masyarakat melalui berbagai media terlaksana dengan baik sehingga imunisasi dengan vaksin yang sesuai, mampu diterima dan terbukti sebagai pendekatan kesehatan yang efektif,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr Jane berpesan bagi masyarakat yang belum yakin akan efektivitas vaksin. “Membuat vaksin jauh lebih sulit dan syaratnya lebih berat daripada membuat obat. Karena vaksin untuk orang yang masih sehat, sedangkan obat untuk orang yang sudah sakit. Oleh karena itu, syarat utama bagi vaksin adalah keamanannya. Target pemberian vaksin adalah, agar orang sehat tetap sehat dan menjadi kebal terhadap vaksin tertentu,” katanya. (***)

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top