“Sejak awal sebenarnya kami sudah memberi perhatian besar untuk milenial. Makanya tenang saja waktu ada yang ragukan. Akhirnya kita tunjukkan bahwa milenial bersama kita,” ujar Tajerimin.
Program Tahfidz terkait anak muda di antaranya adalah beasiswa. Hal yang kata Tajerimin sama sekali tidak ada dalam 10 tahun terakhir di Maros. Putra-putri terbaik Maros yang kesulitan keuangan, otomatis juga kesulitan menempuh pendidikan tinggi.
“Milenial yang hebat akan tercipta jika pendidikannya kita perhatikan dan fasilitasi,” tambah Havid.
Balai latihan kerja yang akan didirikan pun bakal menyasar banyak milenial. Mereka dipersiapkan mengisi 10.000 lapangan kerja yang akan disediakan Tahfidz, serta lapangan kerja nasional hingga mancanegara.
Tahfidz juga sudah memprogramkan lahirnya 100 perusahaan rintisan atau startup. Agar ceruk pasar dan peluang di era teknologi ini juga bisa direbut oleh anak Maros.
Pembangunan sirkuit internasional sebut Tajerimin juga untuk milenial. Apalagi, komunitas anak muda penggemar motor racing sudah menyatakan diri bersama Tahfidz. Dipicu sulitnya mereka selama ini menuangkan hobi otomotifnya. (***)