search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Rahman Bando Sibuk ‘Menyerang’, Ical Ingatkan Pernah Jadi Kadis di Era Danny

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 25 November 2020 10:00
DEBAT PUBLIK. Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 1 Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) saling menyapa dengan pasangan calon nomor urut 3 Syamsu Rizal-Fadli Ananda pada debat publik putaran kedua Pilwalkot Makassar 2020 di Jakarta, Selasa (24/11/2020) malam. foto: istimewa
DEBAT PUBLIK. Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 1 Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) saling menyapa dengan pasangan calon nomor urut 3 Syamsu Rizal-Fadli Ananda pada debat publik putaran kedua Pilwalkot Makassar 2020 di Jakarta, Selasa (24/11/2020) malam. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Calon Wakil Wali Kota Makassar nomor urut dua, Abdul Rahman Bando nampaknya seakan lupa pernah menjadi bagian dalam pemerintahan Mohammad Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal dalam debat kedua Pilwalkot Makassar di Jakarta, Selasa (24/11/2020) malam.

Sejumlah pernyataan maupun pertanyaan duet Munafri Arifuddin itu, terkesan tendensius dalam setiap segmen debat kedua kepada Danny maupun pasangannya, Fatmawati Rusdi. Padahal, Rahman Bando pernah menjabat sebagai kepala dinas di era kepemimpinan Danny. Yakni Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar (DP2).

Syamsu Rizal alias Deng Ical yang kini maju di Pilwalkot Makassar menjadi kandidat wali kota, mengingatkan Rahman Bando jika pernah menduduki posisi kepala dinas di era kepemimpinannya bersama Danny. Dan saat Ical melontarkan ungkapan tersebut, Rahman Bando nampak terdiam.

Dalam debat itu, Danny nampak santai menanggapi serangan tersebut. Pria berlatar belakang arsitek itu memaparkan prestasi dan penghargaan, sesuai dengan tema debat kedua. Yakni reformasi birokrasi, pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan dan ekonomi.

Di antaranya adalah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga mendapatkan Parasamya Purnakarya Nugraha dari presiden.

Untuk itu, duet berakronim Adama ini, enggan membuat janji-janji kepada masyarakat, melainkan menawarkan program yang terukur, teratur dan sudah terbukti.

“Semua sudah masuk di visi, tiga misi dan 24 program strategis dan 100 program sombere dan smart inovasi. Satu bukti lebih baik dari seribu janji,” ujar Danny. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top