Emak-emak lainnya di Manggala, Murni, berharap hal serupa. Dia mengaku, kepemimpinan Danny Pomanto harus berlanjut. “Insya Allah, Pak Danny menang. Yang benar pasti menang, yakin saya itu. Yang jahat, biar bagaimana usahanya, akan kalah juga akhirnya,” ucap Murni.
Sekedar diketahui, rentetan serangan tersebut, antara lain tudingan Ketua Tim Pemenangan pasangan nomor urut 2, Munafri Arifuddin-Rahman Bando (Appi-Rahman), Erwin Aksa, yang mengatakan Danny Pomanto telah gagal saat menjadi Wali Kota Makassar periode 2014-2019.
Lalu dekat pencoblosan, fitnah kepada Danny Pomanto makin masif dan sistematis. Pertama, beredarnya selebaran berbau SARA di berbagai tempat umum yang seolah-olah dibuat Danny Pomanto.
Teranyar, fitnah keji berupa tudingan kesyirikan. Alasannya, Danny Pomanto menghadiri undangan dalam sebuah acara yang diadakan Gerakan Masyarakat Sanata Dharma Nusantara (Gema Sadhana). Sebuah gambar beredar bertuliskan seruan untuk tidak memilih pemimpin musyrik.
Dan sehari jelang pencoblosan, keluarga Appi melaporkan Danny ke Polisi. Ia dinilai melakukan fitnah ke Jusuf Kalla. Padahal, rekaman suara yang beredar itu, Danny hanya mengurai analisis yang menjadi perbincangan di elit nasional itu. (***)