PLUZ.ID, MAKASSAR – Tensi politik Makassar semakin menghangat jelang pencoblosan. Upaya kubu tertentu mulai menghalalkan segala cara, makin nampak. Termasuk dugaan menjalankan skenario membuat kekacauan.
Ini menyusul dengan semakin melejitnya elektabilitas Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma). Pasangan nomor urut 1 ini, unggul jauh dari para rivalnya. Sehingga bisa saja ada kubu yang tak siap kalah, sehingga berusaha memaksakan kehendak.
Sebab jika mengacu pada data survei yang selisihnya tergolong jauh antara Danny-Fatma dengan para rivalnya, maka tanpa mendahului kehendak Tuhan, hanya kecurangan yang bisa mengalahkan Adama (Danny-Fatma).
Besar kemungkinan, pihak yang tak siap kalah, berusaha memanfaatkan momentum di sisa waktu ini untuk menyerang Danny. Dan tanda-tanda itu nampak terlihat dengan pemaksaan mengkapitalisasi rekaman suara Danny yang beredar.
Padahal, jika berpikiran jernih tanpa ada kepentingan politik di dalamnya, maka rekaman suara Danny tersebut sama sekali tak ada salahnya. Sebab, Danny hanya menyampaikan analisisnya mengenai perkembangan isu nasional.
Dan pernyataan Danny yang dimanfaatkan kubu lawan kalau seolah-olah melakukan fitnah ke Jusuf Kalla, justru itu sudah disampaikan elit politik di Jakarta. Jadi Danny pada posisi ini, hanya mengutip apa yang menjadi pembahasan di tingkat pusat.
Meski demikian, sangat kentara ada pihak yang ingin memanfaatkan rekaman suara Danny yang beredar itu. Tujuannya diduga mencoba menjatuhkan elektabilitas Danny di sisa waktu yang ada. Bahkan terkesan ada yang berusaha memobilisasi massa. .