search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

JK Dorong PMI Sulteng Produksi Plasma Convalescent untuk Pengobatan Covid-19

doelbeckz - Pluz.id Senin, 14 Desember 2020 20:00
PENYERAHAN PIAGAM. Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla (JK) menyerahkan piagam kepada Kapolda Sulteng Irjen Pol Drs Abdul Rakhman Baso SH pada kunjungannya ke Palu, Sulteng, Senin (14/12/2020). foto: istimewa
PENYERAHAN PIAGAM. Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla (JK) menyerahkan piagam kepada Kapolda Sulteng Irjen Pol Drs Abdul Rakhman Baso SH pada kunjungannya ke Palu, Sulteng, Senin (14/12/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, PALU – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jusuf Kalla (JK) meminta pengelola Unit Donor Darah Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk turut serta memproduksi plasma Convalescent yang dapat digunakan untuk pengobatan Covid-19.

Hal itu disampaikan JK saat menyerahkan rehabilitasi gedung Unit Donor Dara (UDD) dan peralatan laboratorium serta penyerahan mobil unit transfusi darah dari Palang Merah Internasional ke PMI Sulteng di Markas PMI Sulteng, Palu, Senin (14/12/2020).

“Unit Donor Darah ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, apalagi di era pandemi ini salah satu pengobatan yang dianggap cukup ampuh, yakni plasma Convalescent, itu suatu sistem yang di mana orang yang sudah sembuh dari Covid-19 diambil darahnya untuk dijadikan plasma Convalescent kemudian diberikan kepada orang yang mengalami kritis akibat Covid-19. Itulah salah satu tujuan saya datang ke sini untuk bagaimana kita mendorong supaya kita semua bisa mengatasi masalah itu,” ujar JK, sapaan Jusuf Kalla.

Selain itu, JK juga meminta para relawan PMI bersama masyarakat untuk terus berkerja keras untuk mengatasi Covid-19 serta bencana bencan-bencana yang terjadi terjadi di masyarakat. JK menekankan PMI akan selalu dibutuhkan dalam keadaan darurat untuk itu para relawan harus selalu siap siaga.

Untuk diketahui Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bersama Palang Merah Indonesia (PMI) telah melakukan kerja sama untuk menekan tingkat kematian penderita Covid-19. Bentuk kerja sama tersebut adalah pengambilan plasma Convalescent dari pasien sembuh Covid-19 yang dilakukan PMI untuk kemudian diberikan kepada pasien kondisi berat.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio, menjelaskan, plasma Convalescent diambil dari pasien yang dinyatakan sembuh sejak dua hingga empat pekan. Durasi ini karena dianggap plasma tersebut telah mengandung antibodi sangat baik untuk menetralisir virus. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top