search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Dokter Koboi Minta Masyarakat Tak Anggap Remeh Penularan Covid-19

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 05 Januari 2021 22:00
dr Wachyudi Muchsin SH. foto: doelbeckz/pluz.id
dr Wachyudi Muchsin SH. foto: doelbeckz/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Hari ini, Selasa (5/1/2021), menjadi rekor tersendiri penularan virus Covid-19 di Sulsel.

Dimana sejak memasuki 2021, hari ini, merupakan rekor diantara rekor yang tertular virus Covid-19 mencapai 639 kasus dan terbanyak di Kota Makassar. Sebelumnya, 1 Januari 2021 sebanyak 550 kasus, 2 Januari 2021 berjumlah 590 kasus, 3 Januari 2021 dengan 595 kasus, dan 4 Januari 2021 sebanyak 510 kasus.

Hal ini, mendapatkan atensi luar biasa dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar.

Untuk itu, Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin SH, Selasa (5/1/2021), berharap agar adanya rekor terpapar Covid-19 ini, menyadarkan masyarakat agar jangan menganggap remeh pandemi Covid-19 yang saat ini tingkat penyebarannya lebih massif akibat Klaster Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) dan Klaster Liburan dari awal penyebaran virus corona.

“Untuk itu, IDI Kota Makassar mengimbau agar tetap waspada serta disiplin protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), sebab Makassar masuk zona merah, sehingga kebijakan pelonggaran aktivitas bisnis, perkantoran, sosial, dan pendidikan perlu diketatkan kembali. Dengan mematuhi 3 M itu, upaya yang paling efektif dan efisien bisa kita lakukan dalam menekan laju Covid-19,” terangnya.

Dokter Koboi, sapaan akrab Wachyudi Muchsin, mengatakan, kewaspadaan terhadap Covid-19 juga sangat perlu dilakukan di tengah banyaknya dokter yang gugur sebagai garda terdepan. Dimana saat ini, sejak pandemi Covid-19 ini, total sudah ada sembilan dokter yang gugur, karena terpapar Covid-19.

“Keluarga besar IDI Kota Makassar kembali berduka, pekan lalu, ada tiga dokter anggota IDI Makassar meninggal sebagai pahlawan kemanusiaan Covid-19, yakni Dr Leonard Hasudungan NPA IDI 91673, Dr Robert Vincentius Philips NPA IDI 19368, dan Dr Nasriyadi Nasir NPA IDI 153732. Kabar duka ini menambah deratan dokter anggota IDI Makassar gugur sebagai pahlawan kemanusian Covid-19,” sebutnya.

Apalagi, saat ini, tingkat penularan Covid-19 kembali melonjak dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak. Belum lagi adanya varian baru virus corona atau SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris lebih menular.

Dokter Yudi mengatakan, penularan varian baru virus corona B117 ini, bisa mencapai 70 persen lebih berbahaya.

”Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah di atas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) di atas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah ‘penularannya tinggi’,” sebutnya.

Dokter Yudi menjelaskan, tingginya penularan Covid-19 di Indonesia juga bisa dilihat dari data awal tahun kembali pecahkan rekor positivity rate capai 29,5 persen. Data harian positivity rate Indonesia ini sudah lima kali jauh lebih tinggi dari ambang maksimal yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen.

Kasus aktif di Indonesia juga terus meningkat secara signifikan dampak dari klaster Pilkada 2020. Sejak September 2020 lalu, IDI Makassar sudah mengingatkan bahayanya, terbukti saat ini kenaikan melonjak 40 persen selama Desember 2020 dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

“Penularan Covid-19 dikhawatirkan bakal semakin meningkat pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Oleh karena itu, IDI Kota Makassar mendukung pemerintah untuk pengetatan protokol kesehatan hingga kurva positif Covid-19 menurun,” terangnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top